KPA : Gerakan Kami, Reformasi Agraria Bukan Gerakan Minta Lahan Kosong

KPA : Gerakan Kami, Reformasi Agraria Bukan Gerakan Minta Lahan Kosong
Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Sartika pada acara Diskusi Reboan Agraria yang bertajuk ‘Bank Tanah dan Polemik RUU Pertanahan’ di Seknas KPA, Jakarta Selatan, Rabu (31/7)/Foto: Alfan

MONITORDAY.COM – Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Sartika menegaskan bahwa pihaknya tidak miminta lahan kosong. Yang dilakukannya hanya gerakan Reformasi Agraria.

Dewi mengaku selalu dibilang gerakan reformasi agraria yang dilakukannya itu dianggap meminta tanah kosong.

“Yang kita minta itu, tanahnya di situ, masyarakatnya juga sudah di situ, kehidupannya sudah di situ, tetapi ko masih diaku-aku kawasan hutan,” ujar Dewi pada acara Diskusi Reboan Agraria yang bertajuk ‘Bank Tanah dan Polemik RUU Pertanahan’ di Seknas KPA, Jakarta Selatan, Rabu (31/7).

Dewi meminta agar segera dikeluarkannya Desa-desa yang masih dikategorikan kawasan hutan.

“Kita minta adalah segera keluarkan Desa-desa, Kampung-kampung dari kawasan hutan,” tegasnya.

Dewi juga mengungkapkan, anggotanya yang tergabung dalam organisasi adat dan serikat tani tercatat ada 528 Desa yang masih berada dalam kasus tersebut.

“Nah anggota kami, serikat-serikat tani, orgnaisasi masyarakat adat itu 528 Desa di 98 Kabupaten masih ada di dalam posisi-posisi itu,” ungkap Dewi.