KPAI Minta Semua Pihak Perhatikan Keselamatan Anak Saat Mudik Lebaran

KPAI Minta Semua Pihak Perhatikan Keselamatan Anak Saat Mudik Lebaran

MONITORDAY.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada pemerintah daerah aparat dan penyedia layanan trasnportasi agar memperhatikan jaminan keselamatan masyarakat termasuk anak dalam melaksanakan mudik lebaran tahun ini. 

"Pengelola bandara, stasiun, terminal, pelabuhan dan rest area, perlu meningkatkan jaminan keamananan yang prima. Hal tersebut guna mencegah sedini mungkin segala potensi yang membahayakan anak saat mudik Lebaran," ujar Komisioner KPAI Retno Listiarti, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/5). 

Ia mengatakan, tradisi mudik di negeri ini tidak lepas dari deretan sejumlah masalah. Kecelakaan menimbulkan kecacatan bahkan kematian masih terus terjadi. Fatalnya, tak sedikit anak juga menjadi korban. 

Mengutip catatan Kementerian Perhubungan yang memperkirakan jumlah pemudik tahun 2019 mencapai 18.290.358 orang. Adapun, Pemudik dari Jabodetabek diperkirakan terbanyak yaitu 14.901.468 orang, disusul Banten sejumlah 622.023 orang dan Bandung Raya hingga 2.766.866 orang pemudik. 

Menurut Retno, hal tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat agar ikut berpartisipasi menyediakan posko mudik yang ramah anak. 

"Para pemangku kepentingan, dapat menyediakan layanan kesehatan, ruang laktasi, air bersih, makanan dan minuman yang aman, area bermain anak sementara, layanan yang ramah anak disbilitas," ujarnya. 

Di sisi lain, Retno menyampaikan agar orang tua memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan, kenyamanan dan kesehatan anak saat perjalanan mudik berlangsung.

"Selain itu, para orang tua diimbau tidak membawa anak dengan sepeda motor mengingat hal tersebut membuat anak rentan terpapar bahaya kecelakaan dan kesehatan," imbuh Retno. 

Retno menekankan agar para pemudik memeriksa kondisi mesin, oli mesin, serta ban cadangan. Periksa juga perlengkapan dalam mobil, seperti: senter, segitiga pengaman, dongkrak, payung, jas hujan dan kotak P3K. Di samping itu, Retno mengemukakan agar para orang tua membawa mainan bagi anak-anak. 

lebih lanjut, Retno menyarankan, jika menggunakan transportasi umum upayakan agar anak tidak ikut berdesak-desakan. Selain itu, perlu diperhatikan juga sirkulasi udara dalam bis, kenyamanan tempat duduk dan minta supir untuk tidak ugal-ugalan sepanjang perjalanan.