Mendikbud: Indonesia Fokus Kuatkan Pendidikan Vokasi

Mendikbud: Indonesia Fokus Kuatkan Pendidikan Vokasi
Mendikbud Muhadjir Effendy/foto: istimewa

MONITORDAY.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pemerintah Indonesia saat ini fokus pada pengembangan dan penguatan pendidikan vokasi. Hal ini disampaikan Muhadjir saat menghadiri Pertemuan Menteri-Menteri Pendidikan ASEAN Education Ministers Meeting (ASED), di Myanmar.

Menurut Muhadjir, dalam menghadapi revolusi industri keempat, di mana unsur digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia usaha dan industri, penting bagi Indonesia menyiapkan generasi muda yang terampil. Terutama lulusan sekolah menengah, agar mampu memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif dan sangat bervariasi sesuai dengan perkembangan zaman yang dinamis.

"Indonesia dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia dengan struktur populasi yang relatif muda, berusaha untuk mendapatkan manfaat dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja yang terampil melalui pendidikan berkualitas," kata Muhadjir seperti dalam siaran pers Kemendikbud, yang dikutip Jumat, (2/11).

Muhadjir mengungkapkan bahwa saat ini strategi Indonesia dalam menyiapkan tenaga terampil lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) beralih pada kebutuhan industri atau demand side. 

Dengan demikian, menurut dia, penyusunan kurikulum dan peran serta industri sebagai calon pengguna, semakin ditingkatkan. Hal ini berlaku baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Diharapkan lulusan SMK semakin siap menghadapi dunia profesional di era keterbukaan pasar kerja dan revolusi industri keempat.

"Karena itu kurikulum 60 persen ditentukan dunia usaha. Kemudian proses belajar mengajar juga lebih banyak pada praktik di dunia usaha dan dunia industri," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Sistem pendidikan yang kini diterapkan di Indonesia, menurut Mendikbud, telah sesuai dengan ASEAN Work Plan on Education 2016-2020, di mana pendidikan vokasi tercakup di dalamnya. Dan saat ini rata-rata negara ASEAN telah mengembangkan pendidikan vokasi.

Lebih lanjut Mendikbud mengungkapkan bahwa negara Myanmar dan Thailand, tertarik untuk meningkatkan kerja sama pendidikan dengan Indonesia, mereka disebut telah merasa cocok untuk menerapkan di negaranya. "Sebab mereka menilai, apa yang dilakukan Indonesia dapat pula diadopsi dan diterapkan di negaranya," kata Muhadjir.