Mendikbud: Program Revitalisasi Jadi Langkah Penting Tekan Angka Pengangguran Lulusan SMK

Mendikbud: Program Revitalisasi Jadi Langkah Penting Tekan Angka Pengangguran Lulusan SMK
Mendikbud Muhadjir Effendy/foto dok. Kemendikbud

MONITORDAY.COM - Dalam rangka menurunkan tingkat penggangguran dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini fokus untuk program Revitalisasi SMK. Pasalnya, hingga saat ini pengangguran lulusan SMK masih yang lebih tinggi ketimbang tingkatan pendidikan yang lain.

"Kita harapkan dengan revitalisasi SMK, kita bisa tekan tingkat pengangguran SMK. Ini juga jadi tantangan bagi Kemendikbud, apakah bisa membuktikan bahwa revitalisasi SMK berjalan sesuai yang diharapkan," kata Mendikbud Muhadjir Effendy, dalam keterangan tertulis, Kamis (6/12).

Mendikbud menerangkan, Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sekitar 11,24 persen.

Ia mengatakan, bahwa jumlah tersebut sebenarnya turun dari 11,41 persen di tahun 2017, pada tahun 2018 turun menjadi 11,24 persen. Terdapat penurunan sebesar 0,17 persen. “Jadi sebenarnya, pengangguran di SMK turun, meskipun porsinya masih tinggi," tuturnya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan, bahwa jumlah pengangguran yang ada bukanlah berasal dari lulusan yang telah mendapatkan dampak dari kebijakan revitalisasi SMK. Karena program ini belum lama dijalankan, namun sudah cukup terlihat hasilnya.

"Program Revitalisasi SMK baru mulai berjalan pada pertengahan tahun 2017, salah satunya dengan melakukan penataan anggaran pada tahun 2017. Kebijakan Revitalisasi SMK baru berjalan 100 persen pada akhir tahun 2017 atau awal tahun 2018," terang Muhadjir.