Mendikbud: Selesaikan Kasus Perundungan Siswa di Pontianak Sesuai dengan Kaidah Pendidikan

Mendikbud: Selesaikan Kasus Perundungan Siswa di Pontianak Sesuai dengan Kaidah Pendidikan

MONITORDAY.COM - Kasus perundungan siswa SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mendapat perhatian yang cukup besar. Menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) menegaskan tetap fokus menyelesaikan kasus perudungan tersebut.

Hal itu itu disampakan Mendikbud, Muhadjir Effendy saat bertolak ke Kota Pontianak dalam rangka mengunjungi korban perundungan tersebut, pada Kamis pagi (11/4).

“Kekerasan terhadap anak itu memang harus kita berantas, tapi sebagai pendidik harus menyelesaikannya sesuai dengan kaidah pendidikan, yaitu membina dan mendidik para siswa,” ujar Menteri Muhadjir dalam keterangan tertulis (14/4).

Lebih lanjut, Menteri Muhadjir menegaskan, kondisi psikologis anak, baik korban maupun pelaku, harus tetap dijaga. Untuk itu, Menteri Muhadjir menghimbau para guru untuk melakukan pendampingan. Ke depan, tegas Muhadjir, literasi digital di kalangan siswa, sekolah, dan guru sangat perlu ditingkatkan.

“Tampil di media sosial itu memberikan dampak negatif bagi anak, ini berlangsung sampai seumur hidup. Ubah bagaimana trauma ini bisa diupayakan sebagai pengalaman positif. Tidak boleh ada yang melanggar Undang-undang,” ujar Menteri Muhadjir.

Kemudian Muhadjir mengatakan bahwa, perlindungan terhadap pelaku dan korban sangat perlu dilakukan saat menyelesaikan kasus perundungan di kalangan siswa. Karena itu, memviralkan pelaku dan korban perundungan tidak diperbolehkan, sebab termasuk ke dalam bentuk pelanggaran hukum.

“Sebagai pelaku maupun korban tidak memviralkan dalam sosial media. Itu tidak boleh diviralkan karena termasuk dalam pelanggaran dalam hukum,” ujarnya.

Terakhir, Menteri Muhadjir mengungkapkan akan selesaikan kasus kekerasan tersebut, dan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku. “Kita akan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlangsung,” tutupnya.