Mensos Beri Penghargaan Kepada Pelaksana Bansos Pangan Terbaik

Mensos Beri Penghargaan Kepada Pelaksana Bansos Pangan Terbaik
Dok: Humas Kemensos

MONITORDAY.COM - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan Penghargaan bagi para Pelaksana Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Pangan yakni dinas sosial kabupaten dan kota, serta Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (Korteks) atas dedikasi dan kerja keras mereka mengawal bansos pangan sehingga tepat waktu, tepat sasaran, serta keaktifan dalam berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Selamat kepada para penerima penghargaan. Saya berharap kerja keras dinas sosial dan para Korteks Bansos Pangan dapat terus ditingkatkan dan menjadi penyemangat bagi dinas sosial dan Korteks di wilayah lainnya untuk meningkatkan kinerjanya lebih baik lagi demi suksesnya penyaluran bansos pangan tahun depan,” katanya usai menyampaikan penghargaan dalam acara Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Sosial Pangan Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perkotaan (Wilayah II) Tahun 2018 di Yogyakarta, Rabu (7/11/2018).

Penghargaan diberikan kepada sembilan Dinas Sosial Kabupaten/Kota dan lima Pendamping (Korteks) yang dinilai berkinerja baik dalam pelaksanaan bansos pangan di Wilayah II yang meliputi 151 kota di 12 provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Sebanyak sembilan penerima penghargaan Dinas Sosial Berkinerja Terbaik dalam Penyaluran Bansos Pangan adalah Dinsos Kota Semarang, Dinsos Kabupaten Kulonprogo, Dinsos Kabupaten Tabalong, Dinsos Kota Kupang, Dinsos Kabupaten Sleman, Dinsos Kabupaten Gunung Kidul, Dinsos Kota Denpasar, Dinsos Kabupaten Kendal, Dinsos Kabupaten Lombok Timur.

Sementara sebanyak lima Korteks yang meraih penghargaan adalah Korteks dari Dinsos Kota Balikpapan, Korteks dari Dinsos Kabupaten Barito Utara, Korteks dari Dinsos Kota Tegal, Korteks dari Dinsos Kabupaten Jepara, Korteks dari Dinsos Kabupaten Semarang.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten, juga kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perum BULOG, serta kepada Para Pendamping Bantuan Sosial Pangan yang telah mengabdikan diri membantu saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan,” katanya.

Dikatakannya, pada Maret 2018 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kemiskinan mampu menembus satu digit atau 9,82 persen atau setara dengan 25,95 juta orang. Sebelumnya pada bulan September 2017 masih diangka 10,12 persen atau setara dengan 26,58 juta orang penduduk miskin.

Salah satu faktor yang mendorong turunnya angka kemiskinan adalah penyaluran Bansos Beras Sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT pada Kuartal I Tahun 2018 tersalurkan sesuai dengan jadwal.

“Tentunya hal ini berkat dukungan dari Pemerintah Daerah, melalui Tim Koordinasi Pelaksanaan Bantuan Sosial Pangan yang diketuai oleh Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Sosial selaku Sekretaris Tikor Pelaksana Bantuan Sosial Pangan,” katanya.

“Saya harapkan, penurunan angka kemiskinan tahun ini menjadi pemicu dan motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja lebih baik lagi, sehingga Bantuan Sosial Pangan dapat membantu saudara-saudara kita agar memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan dasar,” katanya.