Mensos Beri Tahu Trik Collaborative Governance Pemerintah pada Mahasiswa FISIP Unpad

Mensos Beri Tahu Trik Collaborative Governance Pemerintah pada Mahasiswa FISIP Unpad
Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si / Net

MONITORDAY.COM - Menteri Sosial Republik Indonesia, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si. menghadiri acara orasi ilmiah dalam rangka merayakan Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran ke-60 di Bale Sawala. Orasi ilmiah ini disaksikan oleh para pimpinan, dosen, mahasiswa, beserta civitas academica—khususnya di lingkungan FISIP—Universitas Padjadjaran.

Bertajuk “Dari Konsolidasi Demokrasi Menuju Collaborative Governance: Membangun Pemerintahan Partisipatoris untuk Pembangunan Kesejahteraan Sosial”, Pak Agus memaparkan tantangan terbesar bagi Indonesia saat ini, yakni bagaimana pemerintahan yang demokratis dapat menjalankan pembangunan kesejahteraan sosial.

Pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, tata kelola pemerintahan yang seimbang antara pusat-daerah memiliki fokus dalam pemeretaan pembangunan, pengentasan kemiskinan, serta pengikisan ketimpangan. Ketiga fokus tersebut memiliki faktor pendukung yang penting, yakni adanya partisipasi publik. Watak partisipatoris dari Collaborative Governance berdasar pada sebuah multi-partners governance yang melibatkan sektor publik, sektor swasta, dan masyarakat.

Kementerian Sosial Republik Indonesia sendiri sudah mengimplementasikan konsep Collaborative Governance melalui beberapa program; Program Desa Sejahtera Mandiri, Program Penanganan Korban Penyalahgunaan NAPZA, Bantuan Pangan Non Tunai, serta Program Keluarga Harapan. Program Keluarga Harapan dikatakan sebagai program Collaborative Governance terbesar di Indonesia dengan 10 juta keluarga penerima manfaat dan stakeholder yang terlibat.

Pak Agus berpesan agar mahasiswa Universitas Padjadjaran, khususnya pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik agar dapat ikut andil dalam pelaksanaan pembangunan sosial melalui Collaborative Governance, sebab perguruan tinggi adalah salah satu instansi yang dinilai paling dapat membawa perubahan di lingkungan masyarakat.