Sambut Pesta Demokrasi, BEM FISIP UMJ Gelar Diskusi 'Politik Akal Sehat'

Sambut Pesta Demokrasi, BEM FISIP UMJ Gelar Diskusi 'Politik Akal Sehat'
Diskusi Publik Bertajuk Politik Akal Sehat, Sabut (30/3)/Foto: Iqbal

MONITORDAY.COM - Dalam menyambut pesta demokrasi 2019, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Polotik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar Diskusi Publik yang bertajuk “Politik Akal Sehat” di Aula lantai 4 FISIP UMJ, Sabtu (30/3).

Diskusi ini diisi 3 pembicara, Rocky Gerung (Dosen Filsafat), M. Ali Taher (Komisi VII DPR RI), Bambang Pamudji (Pengurus DPP Organda), Said Didu (mantan staff mentri ESDM RI) dan dipandu moderator Yuniazma Zeliana S,IP. (Mahasiswa Program Pasca Sarjana FISIP UMJ).

Dalam sambutannya ketua BEM FISIP UMJ, Nur Muhammad Iqbal mengungkapkan tujuan diadakannya diskusi terbuka ini agar mahasiswa dapat mengetahui makna politik dengan akal sehat yang tentunya rasional dalam menghadapi tahun tahun politik ini.

"Kampus sebagai miniatur negara, sudah sewajarnya bila mahasiswa ikut andil dalam pesta demokrasi ini, tentunya dengan menggunakan nalar dan akal sehat dalam pelaksanaannya," ujar Iqbal.

Diskusi diawali oleh pembicara dari ketua komisi VII DPR RI dan juga Alumni Fakultas Hukum UMJ, Ali Taher menyampaikan bahwa Ahmad Dahlan yang bisa diteladani dalam menghadapi tahun politik seperti ini.

"Teladan yang harus kita contoh untuk menghadapi tahun politik ini adalah Ahmad Dahlan, tokoh penggerak dan pembaharu Muhammadiyah menerpakan sikap sopan dan santun namun berani dalam mengambil tindakan," Ucap Ali Taher.

Kemudian pembicara selanjutnya Rocky Gerung yang mengapresiasi setiap mahasiswa yang membuka ruang diskusi semacam ini, dan beliau memaparkan makna dari politik akal sehat yang belakangan terus digaungkannya.

Terakhir Rocky Gerung mengatakan, "Muhammadiyah adalah tempatnya akal sehat, No Muhammadiyah No akal sehat," tutup Rocky dan mendapat standing applause dari audiens.

Sejalan dengan pembicara selanjutnya, Said Didu yang mengungkapkan bahwa kita harus memahami politik akal sehat.

"Pembelajaran politik harus dilakukan dalam masyarakat langsung, di sepanjang jalan menuju ke lokasi acara ini bahkan di dalam angkotpun bersama emak-emak berdiskusi untuk mengenal lebih jauh arti politik akal sehat," tuturnya Said Didu.

Kemudian pembicara terakhir, Bambang pamudji dalam paparannya menilai peraturan yang sudah dibuat pemerintah masih belum cukup untuk mengatasi persoalan masyarakat saat ini.

"Peraturan yang dibuat pemerintah masih belum menjawab permasalahan yang ada, buktinya masih banyak alat transportasi darat yang belum memenuhi Standar Operasional Procedure (SOP), " ungkapnya.