Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan, TNI Dirikan Sekolah Darurat di Sigi

Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan, TNI Dirikan Sekolah Darurat di Sigi
Foto: Istimewa

MONITORDAY.COM - Pasca-bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah beberapa pekan lalu, banyak pihak saat ini bahu membahu untuk membantu pemulihan para korban terdampak bencana. Termasuk juga dari kalangan militer, dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang juga ikut andil dalam membantu para korban.

Melalui Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad), mereka ikut membantu dengan mendirikan tenda untuk sekolah darurat di Desa Karawana, Dolo, Sigi, Sulteng, Kamis (18/10). Kepala pendirian tenda Lettu Inf Daud Sampe mengatakan bahwa pendirian ini sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban terutama untuk para anak-anak agar tetap mendapat pendidikan.

"Hal ini bertujuan untuk membantu kesulitan yang dialami masyarakat pasca kejadian bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Sigi. Salah satu dari bantuan yang diberikan adalah mendirikan tenda-tenda kelas darurat yang akan digunakan sebagai sarana belajar-mengajar," kata Daud, dalam keterangan tertulisnya, kamis (18/10).

"Tugas kami membantu bagaimana anak-anak kita khususnya terkena bencana gempa dimana gedung-gedung sekolah yang hancur agar mereka bisa menerima pendidikan dengan baik," tambahanya.

Daud menuturkan, bahwa nantinya tenda ini akan digunakan oleh murid-murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Dolo yang gedung sekolahnya terkena dampak gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter beberapa waktu lalu.

Ia juga mengatakan, bahwa didirikannya tenda-tenda darurat sebagai sarana untuk proses belajar-mengajar ini diharapkan dapat membuat anak-anak tertinggal pelajaran. Hal ini karena bencana telah terjadi dari beberapa pekan lalu, yang membuat anak-anak tertinggal dalam proses belajar.

Selain soal pendidikan, Daud mengungkapkan, bahwa TNI juga mmebatu kesulitan masyarakat yang lainnya, yang sudah dilakukan maupun sedang dilaksanakan. Pelaksanaan itu di antaranya pendistribusian logistik, normalisasi jalan, pendirian tenda pengungsi, serta pembuatan sarana Mandi Cuci kakus (MCK).

"Apa yang kami lihat akan kami kerjakan, supaya kegiatan rutinitas warga bisa berjalan normal kembali, walaupun dalam kondisi yang keterbatasan seperti sekarang ini," ucap Daud.