Pemerintah Akan Tindak Tegas Pelaku Penembakan di Nduga, Wiranto : Kita Akan Terus Kejar, Bersihkan dan Tangkap mereka

Pemerintah Akan Tindak Tegas Pelaku Penembakan di Nduga, Wiranto : Kita Akan Terus Kejar, Bersihkan dan Tangkap mereka
Menkopolhukam Wiranto / Net

MONITORDAY.COM - Pembunuhan belasan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya.

Terkait persenjataan yang mereka gunakan dalam tindakan keji tersebut, Menko Polhukam Wiranto mengatakan, semuanya masih belum jelas soal spesifikasi, jumlah, maupun asal senjata yang dimiliki oleh KKSB itu.

"Ya itu kan belum jelas. Kan macam-macam. (Dari) zaman dulu juga bisa, ya dari mana-mana," ucap Wiranto di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Wiranto juga menjelaskan bahwa dari laporan yang didapati, jumlah korban bukan 31 orang melainkan 25 orang. Dimana 19 orang meninggal, 4 orang dapat diselamatkan dan dua orang masih belum ditemukan.

Dia juga menegaskan telah meminta tim gabungan TNI-Polri terus bergerak. Dan memastikan semua KKSB yang terlibat ditangkap.

"Ya akan terus kita kejar, kita bersihkan mereka, kita tangkap mereka. Ini kan sesuatu kejadian yang tidak kita sangka. Karena mereka ada satu kegiatan 1 Desember itu, tapi ternyata ada satu rencana brutal seperti ini. Ya kita kejar. Namanya gerakan kriminal separatisme bersenjata, polisi maupun militer boleh ngejar," ungkapnya.

Dalam pemberitaan yang dilansir Kementerian Polhukam, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengaku geram dengan tindakan pembunuhan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Padahal, para pekerja tersebut sedang melakukan pekerjaan yang mulia yakni membangun infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat di Papua.

Wiranto juga telah menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI untuk melakukan pengejaran habis-habisan hingga para pelaku ditemukan. Karena menurutnya, usaha yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata itu untuk menakut-nakuti agar pembangunan tidak berjalan.

“Saya sudah berbicara dengan Kapolri, Panglima TNI, segera dilakukan satu pengejaran yang habis-habisan supaya tidak terulang lagi. Usaha mereka kan menakut-nakuti supaya pembangunan tidak berjalan, tapi inikan namanya justru mengganggu kepentingan masyarakat Papua sendiri,” katanya di Kantor Menkopohukam, Selasa kemarin (4/12).