Pemerintah Resmikan BBM Satu Harga di Aceh Singkil dan Asmat

Pemerintah Resmikan BBM Satu Harga di Aceh Singkil dan Asmat
Foto: Istimewa

MONITORDAY.COM - Pemerintah meresmikan lembaga penyalur BBM Satu Harga berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Kabupaten Asmat Papua, dan di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Kamis (29/11). Dengan diresmikannya SPBU ini, di kedua daerah tersebut, saat ini harga BBM sama dengan di pulau Jawa.

Di Asmat, program pemerintah untuk menyamaratakan harga BBM hingga ke pelosok semakin luas. Sebenarnya sudah ada penyalur BBM satu harga di Asmat, namun letaknya sangat jauh dari Distrik Siret.

"Hari ini masyarakat di Distrik Siret akhirnya bisa mendapatkan BBM bersubsidi sesuai harga yang ditetapkan Pemerintah," ujar Staf Ahli Menteri ESDM Prahoro Nurtjahyo dalam keterangan tertulis, Kamis (29/11).

Jika sebelumnya masyarakat Distrik Siret membeli BBM di pengecer dengan harga mencapai Rp50.000 per iter, dengan keberadaan SPBU ini, masyarakat setempat bisa mempereh BBM hanya dengan harga Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar, sebagaimana ditetapkan pemerintah.

Peresmian SPBU Kompak ini dilakukan bersama Anggota Unsur Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (AUPK DEN) Rinaldy Dalimi, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, Asisten RFM Manager MOR VIII PT Pertamina (Persero) Fernando Ginting, dan Bupati Asmat Elisa Kambu. Acara ini juga dihadiri jajaran TNI, Polri, serta tokoh masyarakat Kabupaten Asmat.

Sementara di tempat berbeda, Kabupaten Singkil, masyarakat di pulau terluar Aceh ini membeli BBM dengan harga dua kali lipat dari semestinya. Peresmian SPBU ini dihadiri Direktur Bahan Bakar pada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Patuan Alfon Simanjuntak, Bupati Aceh Singkil Dulmusrid serta Branch Manager Marketing Aceh PT Pertamina (Persero) Awan Raharjo.

"Hadirnya SPBU Mini di Kecamatan Pulau Banyak dapat membantu masyarakat setempat dalam memperoleh BBM. Masyarakat kini tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan BBM. Saya mewakili pemerintah merasa senang dan bangga karena Pertamina dapat hadir di Pulau Banyak," kata Direktur Bahan Bakar pada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Patuan Alfon Simanjuntak.

Pembangunan SPBU Mini di Pulau Banyak, Aceh Singkil bertujuan agar masyarakat di sana dapat menikmati program BBM satu harga. Dengan adanya SPBU, masyarakat setempat dapat membeli harga BBM sama seperti harga di Jawa. 

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, mengatakan, masyarakat Pulau Banyak sebelum adanya SPBU Mini harus menunggu selama empat jam untuk mendapatkan BBM. Harganya pun di atas harga normal. 

"Kami bersyukur sekarang sudah didirikan SPBU Mini ini untuk warga Kecamatan Pulau Banyak karena warga di sini tidak perlu lagi menunggu lama dan membayar BBM dengan harga dua kali lipat. Sekarang warga Kecamatan Pulau Banyak bisa langsung pergi ke SPBU Mini ini bila membutuhkan bahan bakar," kata Dulmusrid.

Wilayah Kabupaten Aceh Singkil mendapatkan suplai BBM dari Terminal BBM Medan Group yang memiliki jarak 10 jam waktu tempuh melalui jalur darat dan empat jam waktu tempuh melalui jalur perairan. Pulau Banyak sendiri dikelilingi sungai dan perairan sehingga menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan BBM dengan harga perkotaan. 

Sementara itu, Branch Marketing Manager Aceh PT Pertamina (Persero), Awan Raharjo, mengatakan, pelaksanaan program BBM satu harga merupakan dukungan nyata Pertamina bagi upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Pertamina berharap adanya SPBU Mini ini dapat mempermudah masyarakat Pulau Banyak memperoleh bahan bakar untuk menjalankan aktivitas. 

"Kami berharap melalui program BBM satu harga yang sudah masuk di Kecamatan Pulau Banyak dapat membantu operasional warga setempat karena tidak perlu menunggu BBM untuk waktu yang lama dan bisa membeli dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya," jelasnya.