Pengamat: Persoalan Ekonomi Masih Jadi Perhatian di Debat Capres Kelima

Pengamat: Persoalan  Ekonomi Masih Jadi Perhatian di Debat Capres Kelima

MONITORDAY.COM - Kontestasi politik pilpres kian memanas mendekati hari pemilihan 17 April 2019. Debat Capres untuk terakhir kalinya akan digelar pada Sabtu (13/4/19), di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta. Tema debat kelima Pilpres 2019 adalah ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri.

Peneliti politik Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah menilai, debat terakhir ini akan dihabiskan oleh kedua kubu untuk mempertaruhkan diksi dan narasi, hal itu ia anggap lebih penting demi meningkatkan elektabilitas pada hari-hari terakhir rapat umum (kampanye terbuka).

"Membaca debat capres sebelumnya, kedua kubu sulit sekali menyentuh persoalan kebijakan, lebih banyak menjual harapan imajiner dan program populis, untuk itu debat terakhir ini keduanya akan memaksimalkan waktu untuk tampil mengesankan, tetapi dari perspektif diksi dan narasi" katanya di Jakarta, Selasa (9/4).

Meskipun menurut Dedi debat capres seharusnya lebih mengarah persoalan pokok, yakni beradu argumentasi dan kebijakan yang membangun terkait tema.

"Kondisi demokrasi elektoral yang memaksa kedua kubu untuk saling berebut simpati calon pemilih, sehingga mengemukakan sesuatu yang disenangi pemilih, akan lebih diutamakan daripada yang seharusnya. Terlebih debat akan membicang persoalan ekonomi, di mana petahana tidak memiliki kecukupan catatan prestasi, sementara penantang hanya memiliki rencana kerja" lanjutnya.

Direktur riset Pusat Studi Demokrasi dan Partai Politik (PSDPP) ini meyakini kedua kubu akan berebut pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters). Menurut Dedi, kelompok undecided voters didominasi kalangan rasional, sehingga keduanya harus mamou tunjukkan performa debat yang mengesankan setidaknya untuk kalangan pemilih ini.

"Tentu saja mereka (undecided voters) lebih rasional dari yang sudah menentukan (memilih). Kelompok ini dalam proses orientasi mengenali masing-masing kontestan, salah satunya akan memperhatikan performansi debat" terangnya.

Disinggung soal kubu mana yang akan tampil lebih baik, Dedi enggan merinci, ia melihat kedua kubu memiliki komposisi setara, baik dari materi maupun retoris.

"Soal materi tidak ada yang diuntungkan, petahana dibayang-bayangi pencapaian ekonomi mikro yang lambat, tetapi punya kemampuan narasi yang baik, penantang pun demikian. Meskipun tidak memiliki catatan, setidaknya ada tawaran baru. Jadi hemat saya, ini hanya akan jadi ajang berburu kesan, publik akan fokus pada debat kali ini, bukan debat sebelumnya" jelas Dedi.