Peran Youth Participation Advisor dalam Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda

Peran Youth Participation Advisor dalam Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda
Partisipasi Anak Muda. (c) Google

MONITORDAY.COMSeorang anak memiliki hak untuk berpartisipasi. Hal ini menjadi salah satu dari empat prinsip inti pada Konvensi Hak Anak, bahwa pandangan anak harus dihargai. Sama halnya dengan kaum muda, yang sering dianggap belum terlalu matang untuk ikut andil dalam sebuah pengambilan keputusan, walaupun keputusan tersebut diperuntukkan bagi mereka.

Pada dasarnya, anak dan kaum muda memiliki pola pikir yang masih berkembang, sehingga gagasan yang dicetuskan pun mungkin berbeda dengan orang dewasa. Maka, perumusan sebuah kebijakan yang berkaitan dengan anak dan kaum muda hendaknya dievaluasi terlebih dahulu oleh penerima kebijakan tersebut, dan hal ini sudah mulai diterapkan oleh berbagai lembaga kemanusiaan.

Ilmu Kesejahteraan Sosial, sebagai cabang ilmu yang mengkaji dan meneliti permasalahan sosial, membutuhkan suara anak dan kaum muda dalam menelaah dan mencari solusi dari berbagai isu. Untuk mewadahi anak dan kaum muda dalam menyampaikan opini dan bertukar pikiran, dibutuhkan penasihat yang dapat mengobservasi jalannya diskusi dan membantu menyusun advokasi yang ingin disampaikan. Hal tersebut menjadi wewenang Youth Participation Advisor, atau Penasihat Partisipasi Anak dan Kaum Muda, yang merupakan salah satu bidang pekerjaan sosial. Selain memiliki pendekatan yang baik dengan anak dan kaum muda, seorang Youth Participation Advisor harus pandai berhubungan dengan berbagai mitra maupun stakeholders yang bersangkutan.

Youth Participation Advisor adalah jembatan antara manajemen lembaga dengan anak dan kaum muda yang ingin bersuara. Lembaga seperti badan PBB, LSM, ataupun institusi yang berhubungan dan memiliki fokus pada isu-isu anak dan kaum muda sudah sepatutnya memiliki seorang Youth Participation Advisor, dengan tujuan meningkatkan partisipasi anak dan kaum muda serta mempertimbangkan suara mereka.

Youth Participation Advisor adalah salah satu prospek kerja jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial yang menggeluti bidang partisipasi anak dan kaum muda. Seorang Youth Participation Advisor yang baik ialah yang dapat merangkul anak dan kaum muda untuk dapat menyuarakan gagasannya, membantu mereka mengadvokasikan pikiran mereka kepada lembaga yang berwenang maupun pembuat kebijakan, serta memastikan suara mereka didengar dan dijadikan bahan pertimbangan oleh pihak yang bersangkutan agar teknis maupun program yang dilaksanakan oleh lembaga tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas yang dimiliki oleh penerima manfaat program, yaitu anak dan kaum muda.

Input yang diberikan oleh Youth Participation Advisor diharapkan bisa membuka wawasan anak dan kaum muda untuk terlibat dalam mengatasi permasalahan yang ada di komunitasnya. Anak dan kaum muda juga menjadi semakin yakin bahwa suara mereka tidak akan sia-sia, sehingga timbul kepercayaan diri untuk mengungkapkan isi hati dan pikirannya melalui adanya nilai saling menghormati dengan manajemen lembaga.