Perluasan Unit Lazismu, Dosen Uhamka Beri Pendampingan di Jasinga

Perluasan Unit Lazismu, Dosen Uhamka Beri Pendampingan di Jasinga

MONITORDAY.COM – Dalam Rangka Perluasan unit Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu), Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jasing menggelar workshop terkait pendirian dan menejemen UPZ  Lazismu.

Acara yang diadakan di Aula Dakwah PCM Jasinga, pada Selasa (3/9) ini dihadiri beberapa calon amil dari pengurus dan simpatisan Muhamamadiyah Jasinga. Dalam sambutannya  Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jasinga, H. Udi mengucapkan terimakasih atas bimbingan dalam membentuk UPZ Lazismu Jasinga.

“Kami dari pihak pengurus Muhammadiyah ucapkan banyak terimakasih kepada FEB-UHAMKA atas acara ini.” Ucap Pak Haji sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (05/9).

Acara yang menghadirkan beberapa pemateri dari Lazismu Pusat dan Lazismu Uhamka. Materi yang pertama disampaikan oleh Abdul Halim Sani, sebagai Direktur Program dan Fundrising Lazismu. Ia memberikan materi terkait tata cara pendirian UPZ Lazismu.

Abdul Alim Sani mengatakan, salah satu langkah yang harus diambil dalam mendirikan UPZ lazismu yaitu harus berkoordinasi dengan Lazismu daerah yang sudah dibentuk. Sementara terkait panduannya sudah ditentukan oleh Lazismu Pusat.

“Cara dan panduan yang telah ditetapkan LAZISMU Pusat. Tentu panduan ini memberikan kemudahan dalam berkoordinasi.” Ungkapnya.

Materi yang kedua bekali oleh Pusat, Falhan Nian Akbar, SE sebagai Direktur Program LAZISMU Pusat tentang cara melakukan membangun kualitas program yang akan dilakukan dimana funsdrising yang akan dilakukan merupakan cara membuat program yang inovatif.

“Program merupakan ujung tombak dalam melakukan fundrising karena semua aktivitas yang akan direspon oleh para Muzzaki,” tutur Farhan.

Selanjutnya, materi yang disampaikan tentang cara mengelola dan manajemen keuangan LAZISMU yang disampaikan oleh Zulpahmi, salah satu Dewan Pengawas Syariah. Dalam materinya Ia menyarankan pentingnya pencatatan keuangan sesuai dengan kaidah akuntansi syariah.Dimana semua transaksi mengharuskan tercatat dengan baik sesuai akunnya.

Sementara materi lain tentang manajemen fundrising Lazismu disampaikan oleh Edi Setiawan, SE., MM salah seorang dosen FEB UHAMKA yang pernah bekerja di LAZISMU. Pengalaman ini diberikan sebagai bekal para amil dalam mengelola fundrising. Fundrising bagian dari program yang dipromosikan agar para Muzzaki tergugah untuk memberikan donasi kepada LAZISMU.

“Perlunya  cara-cara kreatif dalam menggalang dana agar keseimbangan program dan fundrising dapat berjalan seirama sesuai visi yang akan diemban.” Ucapnya.

Selanjutnya, pemateri tentang manajemen program LAZISMU  yang disaimpaikan oleh Sumardi, SE., M.Si salah satu dosen FEB UHAMKA. Beliau merupakan asesor yang sudah malang melintang memberikan pemahaman membuat program yang disesuaikan dengan pelaksanaan dilapangan.

 “Program yang bermutu dan berkualitas tentunya memberikan dampak poitif bagi para Muzzaki untuk memberikan donasi sehingga terkumpulnya dana tersebut sesuai dengan asnaf yang dilapangan.” Ungkapnya.

Acara yang ditutup dengan membuat rumusan dan laporan hasil dengan mitra dalam melakukan penggalangan dana zakat, infak sedekah melalui LAZISMU sehingga mendapatkan laporan akhir pembentukan UPZ LAZISMU Jasinga.