Presiden Jokowi : Kondisi Perekonomian Global Ibarat Serial Drama "Game of Thrones"

Presiden Jokowi : Kondisi Perekonomian Global Ibarat Serial Drama "Game of Thrones"
Presiden Joko Widodo (Fhoto: ANTARA)

MONITORDAY.COM – Genap 10 tahun lalu, tepatnya 2008 saat itu di seluruh dunia mengalami kondisi perekonomian mengalami krisis global. Berkat berbagi kebijakan serta langkah moneter dan fiskal yang diterapkan oleh IMF maupun World Bank, maka secara berangsur krisis tersebut dapat terlewati.

Krisis global memang sudah dilewati, hanya saja seluruh negara perlu selalu mewaspadai terhadap meningkatnya resiko dalam menghadapi ke-tidak pastian global saat ini. Masih banyak, persoalan moneter yang membayangi perekonomian dunia. Satu sisi, Amerika Serikat menikmati pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun, dibelahan dunia lainnya banyak negara yang masih mengalami pertumbuhan yang lemah dan tidak stabil.

Inilah yang disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam Plenary Session Annual Meeting IMF-World di Nusa Dua Convention Center, Bali, Jum’at (12/10).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi juga mengibaratkan hubungan perekonomian antara negara-negara maju semakin lama semakin terlihat seperti serial drama fantasi “Game of Thrones”

“Akhir-akhir ini, hubungan antar negara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti game of thrones. Balance of power dan aliansi antar negara-negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan,”

Menurutnya, faktor lemahnya kerjasama dan koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah. Seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang.

Jokowi menjelaskan bahwa dalam serial “Game of Thrones”, sejumlah great houses, great families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali “The Iron Throne” .

“ Mother of dragons, menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antar para great houses itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda, satu great house tengah berjaya, sementara house yang lain menghadapi kesulitan. Pada akhirnya, house yang lain berjaya dengan cara menjatuhkan house yang lain

Namun,  sambungnya, ada yang dilupakan oleh great houses. Ketika mereka sibuk bertarung satu sama lain, tanpa disadari adanya ancaman besar dari Utara.

“Sosok evil winter yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran,” selorohnya.

Sehingga,  dengan adanya kekhawatiran ancaman evil winter, membuat mereka tersadar. Bagi mereka tidak penting siapa yang duduk di iron throne”. Terpenting adalah kekuatan bersama diantara mereka untuk mengalahkan evil winter. Agar bencana global tidak terjadi.

“Agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua,” tuturnya.

Di hadapan para delegasi pertemuan IMF-World Bank, Jokowi menegaskan bahwa saat ini seluruh negara sedang menghadapi ancaman global yang tengah meningkat pesat

“Perubahan Iklim telah meningkatkan intensitas badai dan topan di Amerika Serikat hingga Filipina. Sampah plastik di laut diseluruh penjuru dunia telah mencemari pasokan makanan di banyak tempat. Ancaman global yang tumbuh pesat tersebut yang hanya bisa ditanggulangi, jika kita bekerja Bersama,” katanya.

Terkait hal ini, Jokowi mengingatkan kembali apa yang menjadi pernyataan Sekretaris PBB Antonio Guteres dalam “Panel Antar-Negara Terkait Perubahan Iklim” atau IPCC beberapa waktu lalu.

“Guna mencegah kehancuran dunia akibat perubahan iklim global yang tidak terkendali. Kita perlu segera meningkatkan investasi tahunan secara global sebesar 400% untuk energi terbarukan. Diperlukan kerjasama untuk menyelamatkan kehidupan kita bersama,”

Untuk itu, Presiden kembali mempertanyakan kepada seluruh delegasi yang hadir, apakah saat ini waktu yang tepat untuk rivalitas atau sebaliknya, untuk saling bekerjasama dan berkolaborasi.

“Apakah kita telah terlalu sibuk untuk bersaing dan menyerang satu sama lain. Sehingga kita gagal menyadari adanya ancaman besar yang membayangi kita semua. Ancaman besar yang dihadapi negara maju ataupun negara berkembang.” ujarnya.

Presiden kembali menyinggung serial game of thrones, dia menyebutkan bahwa tahun depan game ini akan merlilis sessi terakhir. Dia berkeyakinan bahwa ending dari seluruh episode film ini menyajikan pesan moral.

“Saya yakin ceritanya akan berakhir dengan pesan moral. Bahwa setiap konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan, bukan hanya bagi yang kalah tapi juga bagi yang menang,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, saat kemenangan sudah dirayakan dan kekalahan sudah diratapi. Masing-masing great house barulah menyadari bahwa kemenangan maupun kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama yaitu dunia yang porak poranda.

“Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di tengah dunia yang tenggelam, “

Maka kondisi global saat ini jika diibaratkan dengan film tersebut. Jokowi menyebutkan kondisi ini hampir sama dengan sessi terakhir “Game of Throne” dari pertarungan ekspansi ekonomi global yang penuh rivalitas dan persaingan.

“Bisa jadi situasinya lebih genting dibanding krisis finansial global sepuluh tahun yang lalu,” terangnya.

Presiden Jokowi mengakui bahwa negara-negara berkembang salah satunya Indonesia sangat membutuhkan peran dan bergantung dari pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia untuk menjaga komitmen kerjasama global.

“Sangat diharapkan kontribusi saudara-saudara, mendorong para pemimpin dunia untuk menyikapi keadaan ini secara tepat dan bijak,”

Sebab, untuk menghadapi kondisi ini diperlukan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang tepat. Sehingga mampu menjadi penyangga dari dampak perang dagang, disrupsi teknologi dan tidak pastian pasar.

Di penghujung sambutannya, Presiden Jokowi berharap pertemuan tahunan ini dapat berlangsung kondusif. Dengan keindahan alam Bali dan Indonesia, bisa menginspirasi dan memberi semangat seluruh delegasi untuk memperbaiki kondisi finansial global.

“Saya dan seluruh rakyat Indonesia berharap saudara-saudara semua mampu menyerap tenaga dan memetik inspirasi dari indahnya alam Bali dan Indonesia. Sehingga menghasilkan kejernihan hati dan pikiran dalam memperbaiki kondisi finansial global untuk kebaikan kita bersama,” tutupnya dengan disambut tepuk tangan meriah dari seluruh delegasi pertemuan IMF-World Bank.

Seperti diketahui, game of thrones sendiri adalah serial televisi drama fantasi yang dibuat oleh HBO dan ditayang di Amerika. David Benioff dan D. B Weiss merupakan produsen serta penulis utama dari drama serial tersebut.  

Seri ini diangkat dari rangkaian novel A Song of Ice and Fire karya George R.R Martin. Drama fantasi ini berlatar di benua fiktif  Westeros dan Essos. Mengisahkan perseteruan beberapa keluarga bangsawan yang ingin menguasai Takhta Besi (The Irone Throne) tujuh kerajaan. Pertama kali, ditayangkan pada tanggal 17 April 2011. Saat ini, game of throne telah memasuki musim ketujuh, total yang telah ditayangkan sejak perdana hingga 2017 menghasilkan 67 episode. Serial kedelapan akan diluncurkan pada 2019.