Produk Kopi SMKN 1 Temanggung Rambah Pasar Ekspor

Produk Kopi SMKN 1 Temanggung Rambah Pasar Ekspor
Booth dari SMKN1 Temanggung dan SMKN 1 Pacet dalam FoodEx Japan 2019.

MONITORDAY.COM – Belakangan ini, produk kopi dari Indonesia cukup menjadi primadona di pasar dunia. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, Indonesia merupakan salah satu eksportir kopi terbesar di dunia setelah Brazil dan Kolumbia.

Pemerintah saat ini telah menempatkan industri pengolahan kopi menjadi salah satu industri prioritas yang terus dikembangkan. Untuk mendukung upaya itu, Kementerian Perindustrian juga telah menyusun Peta Jalan (Roadmap) Pengembangan Klaster Industri Pengolahan Kopi.

Sebagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Pertanian, SMKN 1 Temanggung juga ikut meramaikan pasar kopi Indonesia. Produk olahan kopi yang diproduksi telah mempunyai pasar luas, bahkan akan merambah ke pasar Internasioanal.

Produk olahan kopi SMKN1 Temanggung yang diberi nama DATAM (Kopi Lada Hitam) itu, diproduksi oleh sekolah dengan memanfaatkan alam Temanggung yang mempunyai potensi kopi yang cukup baik, serta juga memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang terdiri dari para siswa jurusan pertanian.

“Pemasarannya untuk tingkat lokal cukup luas, dan pernah juga ditawari untuk mengikuti pameran produk di Jepang. Dan saat ini kita banyak order dan sedang dalam proses untuk ekspor,” ujar Fathoni, Humas SMKN1 Temanngung, saat dihubungi, Senin (8/7).

Fathoni mengatakan, bahwa produksi Kopi merupakan salah satu unggulan dari sekolah. bahkan, pada bulan Maret lalu, SMKN1 Temanggung dipercaya  menjadi tuan rumah festival kopi untuk daerah tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Walikota Temanggung M Al Khadziq, bahwa Kopi harus menjadi salah satu unggulan dalam rangka mewujudkan Temanngung sebagai kota kreatifitas, dan SMKN 1 menjadi wadah untuk mengembangkan SDM nya.

“Menurut saya Stemba (SMKN1 Temanggung, red.) ini sekolah yang paling bisa diandalkan di Temanggung. Seharusnya menjadi sekolah yang paling depan dalam mempersiapkan SDM Temanggung agar kita bisa mengungguli kabupaten-kabupaten lain,” ujar Walikota.

Program revitalisasi SMK juga sangat membantu sekolah dalam menciptakan SDM yang berkualitas. Humas SMKN1  Fathoni mengatakan dengan adanya program revitalisasi, sekolah dapat memiliki fasilitas, prasarana, serta program untuk meningkatkan kompetensi siswa.

“Selama ini kan yang jadi masalah tidak adanya singkronisasi antara sekolah dengan industri. Dengan adanya revitaliasasi SMK ini, mulai dari kurikulumnya, pelajarannya juga sudah di match kan dengan kebutuhan dunia  industri,” ujar Fathoni.

“Termasuk kita juga mendatangkan guru tamu dari dunia industri, termasuk guru tamu dari alumni yang sudah sukses untuk sharing dan memberikan motivasi kepada para siswa,” lanjut dia.

Seblumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga mengatakan, program revitalisasi SMK bidang pertanian diperlukan dalam rangka mencetak petani-petani modern yang memahami teknologi pertanian, manajemen produksi serta strategi pemasaran.

Hal tersebut dinilai dapat mengubah anggapan tentang profesi petani yang selama ini dinilai kurang baik karena sebagian besar hidup dalam kemiskinan. “Untuk itu, SMK bidang pertanian menjadi satu bagian penting dari upaya revitalisasi pendidikan vokasi,” ujar Muhadjir. 

Revitalisasi juga penting bagi penumbuhan minat kaum muda untuk belajar dan bercita-cita menjadi petani. Menurut Muhadjir, menurunnya minat generasi muda terhadap ilmu pertanian antara lain karena sekolah tak memiliki infrastruktur yang memadai.

“Masuk SMK pertanian justru ingin mengubah lingkaran setan kemiskinan di sektor pertanian dengan melahirkan petani modern, yang berasal dari keluarga petani. Caranya dengan merevitalisasi kurikulumnya, dukungan dana, serta menggandeng pemerintah provinsi juga,” jelas Muhadjir. (ADV)