Program Dana Desa Berhasil Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Desa

Program Dana Desa Berhasil Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Desa
Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo/foto: istimewa

MONITORDAY.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengungkapkan, bahwa Pemerintah hingga saat ini telah mengucurkan Dana Desa sebesar Rp187 triliun dalam rangka upaya mengurangi kesenjangan desa-kota. Jumlah ini disebut telah meningkat setiap tahunnya.

"Penyerapannya terus meningkat. Dari 82% di 2015, meningkat menjadi 97% di 2016, dan mencapai 97% di 2017," kata Mendes PDTT Eko, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (24/10).

Eko menjelaskan, Ia menjelaskan bahwa dana sebesar Rp 187 triliun , dalam 4 tahun ini sudah mampu membangun infrastruktur desa dengan skala masif. Ia menyebut, di desa, hampir 4 tahun mampu membangun 158 ribu km jalan desa, lalu 75 ribu unit MCK, serta fasilitas air bersih sebanyak 942.927 unit. 

"Dampaknya selama 3 tahun ini terjadi pertumbuhan GDP di desa yang signifikan. Di 2014 GDP perkapita hanya Rp 540 ribu/bulan, 2018 sudah 800 ribu/bulan. Jadi kenaikannya hampir 50%. Jika dipertahankan dalam 7 tahun ke depan, GDP perkapita dapat mencapai Rp 2 juta/bulan," ungkapnya.

Eko mengklaim, jika penyaluran Dana Desa yang benar, pemerintah berhasil mengurangi kemiskinan. Ia mencontohkan seperti di tahun 2017, ada penurunan jumlah orang miskin sebanyak 1,2 juta orang. 

"Yang menarik adalah fakta bahwa jumlah penurunan di desa 2 kali lipat dari penurunan orang miskin di kota. Bahkan di desa kita berhasil mengurangi angka stunting yaitu dari 37% ke 27%," ungkap Eko.

"Hal itu dapat terjadi karena adanya ketersediaan air bersih dan sarana air bersih. Proyeksinya dalam waktu 10 tahun di Indonesia nanti tidak akan ada angka stunting lagi dan angka gini rasio turun 5,48 menjadi 5,39," papar Mendes PDTT," imbuhnya.

Selain itu, Eko Juga memaparkan data bahwa angka pengangguran di desa lebih kecil dari dana desa."Kita memiliki program unggulan lainnya. Yaitu program Prukades. Dimana dengan modal Prukades ini kita membantu kepala daerah memilih komoditasnya sendiri. Berdasarkan RPJM sampai 2019 dapat menurunkan desa tertinggal sebanyak 5 ribu desa, dan menaikan desa mandiri sebanyak 2 ribu desa," terangnya.

Menurut dia, target RPJM sudah terlampaui."Pembangunan desa di Indonesia ini sudah diakui oleh Worl Bank (Bank Dunia) dan Bank Indonesia. Dana desa walau hanya awalnya Rp 2 triliun. Namun selanjutnya dibantu oleh kementerian/lembaga lainnya dan meningkat menjadi Rp 60 triliun," tandasnya.