PT. MRT Akan Undang Warga DKI Guna Uji Coba MRT

PT. MRT Akan Undang Warga DKI Guna Uji Coba MRT
Ilustrasi MRT Jakarta/net

MONITORDAY.COM-Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjanjikan kereta Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta dapat diakses warga pada Januari-Februari 2019. Namun, PT. MRT Jakarta harus menyeleksi jumlah penumpang kereta bawah tanah itu.

"Januari 2019 sudah mulai kita mengundang warga untuk menggunakan MRT secara terseleksi," ungkap Anies di Stasiun MRT Hotel Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).

Artinya, selama dua bulan operasional perdana itu PT MRT belum bisa membuka akses kereta untuk masyarakat umum. PT MRT hanya mengizinkan sekitar 200 penumpang merasakan kereta MRT untuk satu kali jalan.

Hal ini, kata Anies, sekaligus menguji coba kereta MRT beroperasi dengan diisi penumpang. Selama ini, PT MRT baru memastikan infrastruktur dan kereta dapat berfungsi dengan baik.

Seleksi penumpang juga diperuntukkan melatih petugas MRT. Misalnya, membiasakan petugas siap menghadapi kondisi darurat. Dengan begitu, tambah Anies, petugas tak sekadar paham teori, tapi tahu praktik lapangan.

"Intinya itu adalah fase di mana semua petugas dan sistem yang sudah disiapkan selama ini mulai dilatih dengan ada penumpang. Selama ini dilatih tanpa ada penumpang," tambahnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyatakan akan mengumumkan mekanisme seleksi penumpang dengan jumlah terbatas itu.

Kereta MRT yang direncanakan beroperasi mulai Maret 2019 ini akan melayani rute Lebak Bulus - Bundaran HI dengan 16 stasiun. Di rute Blok M - Bundaran HI, jalur MRT dan koridor 1 Transjakarta akan bersaing karena berimpitan langsung.

Hari ini Anies mendampingi Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi naik kereta MRT dari Stasiun MRT HI ke Stasiun Lebak Bulus. Selain Anies, tampak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar turut menjajal kereta bawah tanah itu.