Putin Kecam Penembakan Dua Masjid di Selandia Baru

Putin Kecam Penembakan Dua Masjid di Selandia Baru

MONITORDAY.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin dilaporkan turut melemparkan kecaman atas penembakan di dua masjid di kota Christcurch, Selandia Baru. Kecaman itu disampaikan Putin saat melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Menurut keterangan Kremlin, dalam pembicaraan itu Putin mengawali pembicaraan dengan menyatakan ucapan duka cita atas aksi penembakan tersebut. Putin, lanjut Kremlin, lalu menegaskan bahwa Rusia mengecam keras serangan terhadap orang yang sedang beribadah.

"Itu adalah serangan brutal dan sinis terhadap warga sipil yang telah berkumpul untuk sholat. Saya berharap bahwa semua yang terlibat dalam kejahatan ini akan menerima hukuman yang pantas mereka terima," ucap Putin, seperti dilansir Tass pada Jumat (15/3/2019).

Sebelumnya, Ardern dengan tegas menyatakan penembakan itu sebagai serangan teroris. Ardern kemudian mengutuk keras orang-orang yang melanggengkan kekerasan di negaranya.

"Ini serangan teroris. Banyak yang terkena dampak langsung dari penembakan ini mungkin adalah migran yang ke Selandia Baru, mereka bahkan mungkin menjadi pengungsi di sini. Mereka adalah kita," katanya.

Sejauh ini ada tiga hingga empat orang dinyatakan sebagai tersangka, termasuk seorang wanita. Salah tersangka adalah pria kelahiran Australia bernama Brenton Tarrant, yang menyiarkan aksi brutalnya secara langsung di laman Facebooknya.

Polisi Selandia Baru sendiri dilaporkan telah menjinakkan beberapa alat peledak improvisasi yang ditemukan terpasang pada kendaraan di Christchurch setelah penembakan massal di dua masjid yang menewaskan 40 orang.