PW IPM Jabar Rancang Strategi Dakwah Kreatif Untuk Kaum Milenial

PW IPM Jabar Rancang Strategi Dakwah Kreatif Untuk Kaum Milenial
Forum Diskusi, Pelatihan Kader Madya Taruna Melati III IPM Jawa Barat 2019/foto: Alfan Ramdhoni.

MONITORDAY.COM - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyan (PW IPM) Jawa Barat menggelar Pelatihan Kader Madya Taruna Melati (PKMTM) III di Bogor pada tanggal 26 Februari - 03 Maret 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta, yang merupakan kader-kader terbaik yang di delegasikan oleh Pimpinan Daerahnya dan telah lulus mengikuti rakaian seleksi, sehingga 20 peserta ini dianggap mampu untuk mengikuti PKMTM III tahun ini.

PKMTM III kali ini bertajuk "Dakwah Kreatif Sebagai Manifestasi Gerakan Pelajar Berkemajuan". 20 peserta yang ikut pelatihan ini akan diarahkan untuk bisa memunculkan strtategi-strategi dakwah yang mengikut zamannya.

Ketua PW IPM Jawa Barat, Fikri Zainur saat di temui setelah acara tersebut menyampaikan, bahwa pelatihan ini tidak akan selesai sampai disini saja, melainkan setelah kegiatan ini peserta dituntut untuk bisa melaksanakan Rancangan Kegiatan Tindak Lanjut (RKTL) yang telah di diskusikan oleh peserta.

Menurut Fikri, strategi dakwah pelajar hari ini tidak cukup dengan dakwah struktural saja, melainkan dakwah kultural juga harus tetap diperkuat. Sehingga, diharapkan setelah kegiatan ini peserta mampu melakukan dakwah komunitas.

"Lahan dakwah IPM tidak hanya di sekolah saja, tapi berbagai komunitas-komunitas yang masih dikalangan pelajar bisa menjadi lahan dakwahnya IPM," tutur Fikri. 

Selain dakwah komunitas, 20 peserta ini juga akan diarahakan untuk bisa memanfaatkan media sosial yang ada untuk menjadi lahan dakawahnya. Hal ini dinilai efektif, karena hampir semua pelajar sudah menjadi penikmat media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. 

"Harusnya pelajar hari ini bisa menggunakan media sosialnya sebagai lahan dakwah mereka, jadi tidak hanya di gunakan hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti update status yang sifatnya pamer, menyampaikan keluh kesah dirinya, atau bahkan menggunjing orang lain melalui postingannya" tegas Fikri.