Resimen Garda Matahari Diharapkan Kampanye dengan Data dan Fakta

Resimen Garda Matahari Diharapkan Kampanye dengan Data dan Fakta

MONITORDAY.COM - Direktur Tim Kampanye Nasional Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menaruh harapan besar kepada Resimen Garda Matahari. Sehingga dalam melakukan kampanye didasarkan pada data dan fakta, selalu menghindarkan upaya mengadu domba dengan fitnah.

"Saya berharap Resimen Garda Matahari bisa mulai offensive kampanye fengan data dan fakta. Tentunya dilakukan secara militan, untuk kita, untuk keluarga kita, untuk bangsa Indonesia. Kita harus optimis, jangan pesimis," ujarnya saat upgrading koordinator kelurahan Resimen Garda Matahari se-DKI Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Dalam hal optimisme, pada tahun 2045 nanti Indonesia menempati ranking 4 dunia secara ekonomi. Di tahun tersebut tepat 100 tahun Republik Indonesia merdeka. Optimisme itu sejalan pula dengan nawacita Joko Widodo selanjutnya.

"Orang asing bilang kita 2045 kita rangking 4 di dunia secara ekonomi. Di 2045 itu seratus tahun kita merdeka, lebih tinggi rankingnya dari mantan penjajah kita, Belanda dan Jepang. Pak Jokowi di nawacita selanjutnya, tidak lagi hanya membangun insfratruktur, tapi akan melanjutkan membangun sumber daya manusia kita," kata dia.

Persoalannya sekarang, lanjutnya, adalah bangsa Indonesia diadu domba dengan fitnah. Padahal disemua agama dinyatakan fitnah itu perbuatan dosa. Termasuk dalam Islam yang tertulis di Al-Qur'an.

"Kyai Ma’ruf Amin yang ketua MUI lho, kalau gak dibilang bagus, kenapa sudah menjadi ketua MUI. Kalau itu saja masih dikata-katain, dijelek-jelekin, mana kita bangsa yang besar, bangsa yang sopan, bangsa yang ramah, bangsa yang penduduk muslimnya besar. Masa ulama dikata-katain, bikin puisi lagi kemarin. Apa bedanya sama penista agama," ungkapnya.

Untuk itu ia menyampaikan apresiasi kepada koordinator kelurahan Resimen Garda Matahari se-DKI Jakarta atas militansinya. "Dengan kerendahan hati kita semua disini kita harus menang, Jokowi menang. Bukan untuk siapa-siapa, untuk bangsa Indonesia," tandasnya.