RUS Kudus, Sekolah Animasi Pertama di Indonesia yang Mampu Mencuri Perhatian Dunia

RUS Kudus, Sekolah Animasi Pertama di Indonesia yang Mampu Mencuri Perhatian Dunia
Ilustrasi foto/Net

MONITORDAY.COM - Salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dapat menjadi contoh inovatif bagi SMK lainnya untuk menyesuaikan kurikulum yang ada dengan permintaan yang dibutuhkan oleh Industri agar terciptanya daya serap tenaga kerja yang tinggi adalah SMK Raden Umar Syaid (RUS).

SMK Raden Umar Syaid atau yang lebih dikenal dengan sebutan RUS Kudus merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Sekolah Menengah Kejuruan dengan Djarum Foundation.

RUS Kudus memiliki siswa sebanyak 300 orang, yang didominasi 70% oleh siswa yang berasal dari Kudus serta siswa dan siswi dari seluruh daerah di Indonesia.

Dengan menerapkan konsep pendidikan yang baru, membebaskan siswa untuk berdiskusi dan berkreasi, menempatkan guru sebagai fasilitator di kelas, serta ruang kelas dan fasilitas yang mendukung proses belajar, RUS Kudus menjadi salah satu Sekolah Menengah Kejuruan pertama di Indonesia yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah di luar negeri.

Direktur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H Serad menuturkan, bahwa SMK RUS sebelum kerjasama melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pihaknya dan kalangan industri.

“RUS Kudus melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada kalangan industri pengguna animasi, dan menyesuaikan kurikulum kita dengan standar industri, bertujuan agar siswa dapat langsung bekerja setelah lulus,” ujar Primadi H Serad.

Sekolah yang juga mendapat julukan SMK Animasi ini memiliki tiga jurusan yaitu jurusan Animasi, Rangkaian Perangkat Lunak (RPL), dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Ketiga jurusan ini berkaitan dengan industri kreatif dan teknologi.

Salah satu jurusan unggulan RUS Kudus adalah Animasi. Siswa-siswi SMK ini mampu mencuri perhatian Internasional dibuktikan dengan pesanan Film Animasi yang berasal dari Singapore dan Kanada.

“Kami memotivasi siswa untuk lebih mementingkan portfolio mereka. Sebagai bukti bahwa sudah terlibat dalam aktivitas apa saja siswa, dan prestasi yang sudah mereka ukir,” ujar Roy selaku Technical Director Raden Umar Syaid Kudus saat diwawancarai oleh Tim Kick Andy beberapa waktu lalu.