Soal Isu Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Nasdem Serahkan ke KPU dan Bawaslu

Soal Isu Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Nasdem Serahkan ke KPU dan Bawaslu
Surat suara yang tercoblos Paslon 01 dan Caleg Partai Nasdem di Malaysia/istimewa

MONITORDAY.COM - Beredar video di media sosial tentang penggerebekan lokasi tempat penyeludupan surat suara pos di sebuah ruko di kawasan Bangi, Selangor, Malaysia. 

Dalam video tersebut, disebutkan bahwa surat suara pilpres sudah tercoblos Jokowi - Ma'ruf pada surat suara pilpres, serta tercoblos caleg Nasdem Dapil DKI Jakarta nomor urut 2 dengan nama Davin Kirana serta nomor urut 3 dengan nama Achmad. 

Menaggapi hal itu, DPP Partai Nasdem menyatakan belum bisa mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut. Nasdem justru mengirimkan Ketua pimpinan parta di Malaysia untuk memeriksa langsung hal tersebut.

"Menugaskan langsung Ketua Nasdem Malaysia Tengku Adnan untuk mendatangi langsung lokasi tempat tersimpannya surat suara yang diindikasi telah tercoblos untuk caleg Nasdem," kata Ketua DPP Media dan Informasi Publik Nasdem Willy Aditya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/4).

Willy mengatakan, bahwa pihaknya dalam hal ini menjunjung tinggi azas Luber Jurdil (langsung, umum, bersih, jujur, adil) dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2019. Dalam kasus ini, Nasdem menyerahkan sepenuhnya pada penyelenggara pemilu.

"Nasdem akan menyerahkan segala bentuk temuan-temuan ataupun indikasi-indikasi ketidakjujuran pelaksanaan Pemilu kepada penyelenggara Pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu," ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kronologi temuan surat suara tercoblos di Malaysia. KPU pun akan mempelajari terlebih dulu rekomendasi Bawaslu terkait penghentian sementara pemungutan surat suara di Malaysia. 

Ilham mengungkapkan, saat ini pihaknya belum mendapatkan rekomendasi dari Bawaslu setelah ada informasi temuan ini. Jika nanti ada rekomendasi soal penghentian sementara proses pemungutan suara, KPU akan mempelajari terlebih dahulu.