Stop Uninstall Bukalapak, Jokowi Bertemu Zacky

MONITORDAY.COM - Kesalahpahaman atas cuitan seseorang bisa bergulir menjadi polemik bahkan bola liar yang merugikan bangsa. Bahkan mengancam keberlangsungan inovasi dan kreativitas anak bangsa. 

Cuitan terkait dana riset Indonesia yang minim memunculkan tagar dan ajakan untuk uninstall aplikasi Bukalapak. Diberitakan rating Bukalapak turun sigifikan dalam waktu yang relatif singkat.

Hal itu tentu saja memprihatinkan semua fihak. Presiden Joko Widodo pun mengharap agar inovasi dan kreatifitas anak-anak muda tidak terhambat oleh kejadian semacam ini.

“Kita juga ingin mendorong UMKM kita dari offline supaya masuk ke marketplace, ke online system,” ujar Presiden kepada pers usai menerima Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak, Achmad Zaky, di Istana Merdeka, Sabtu (16/2). X Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan agar semua pihak harus juga mendorong unicorn-unicorn Indonesia agar memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menegaskan agar semua pihak harus bijak dalam bersikap, matang dalam bersikap dalam setiap peristiwa apapun. 

“Oleh sebab itu, saya mengajak hari ini untuk menghentikan, untuk setop uninstall Bukalapak. Setop! Karena kita harus dorong, harus dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, memiliki kreativitas untuk maju,” tegas Presiden.

Soal dana riset, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dana pengembangan dan riset saat ini sudah mencapai Rp26 triliun. Ia menambahkan bahwa pemerintah baru menyiapkan sebuah kelembagaan besar agar arahnya itu jelas, tembakannya itu tepat.

“Sehingga inovasi-inovasi negara ini bisa muncul, muncul, muncul, muncul. Sekarang ini tersebar di kementerian, tersebar di lembaga-lembaga, sehingga fokusnya kemana itu yang ingin kita benahi,” jelas Presiden seraya menambahkan bahwa dana yang tersedia sudah besar dan ke depan akan ditambah lagi.

Mengenai cara membesarkan dana riset, Kepala Negara mengaku masih dalam proses pembicaraan untuk memberikan super deduction tax, baik dalam rangka pengembangan SDM maupun inovasi-inovasi. 

“Tapi, terakhir perlu saya sampaikan bahwa kita harus mendorong dan mendukung baik itu yang namanya Gojek, yang namanya Traveloka, Tokopedia, Bukalapak untuk memajukan ekonomi kita, semuanya harus kita dorong, dan startup-startup lainnya,” jelas Presiden ke-7 Republik Indonesia.

Mengenai permintaan maaf, Presiden mengaku juga telah memaafkan dan menegaskan kembali untuk dewasa dan matang dalam bersikap. 

“Tadi sudah bertemu dan saya tidak ada perasaan apa-apa, tidak ada perasaan apa-apa terhadap Mas Zaky. Sudah tiap hari ketemu kok,” pungkas Presiden.

Dalam acara tersebut, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.