Sukses Jadi Milliarder, Pasangan Muda ini Kampanyekan Couplepreneur

Sukses Jadi Milliarder, Pasangan Muda ini Kampanyekan Couplepreneur
Shendi dan Denny bersama kedua anaknya/FB Shendy.
Selain menguntungkan, couplepreneur memberi pasangan muda lebih banyak waktu untuk bercengkrama bersama keluarga.

TUNTUTAN pekerjaan kantor yang super sibuk acap kali jadi pemicu retaknya keharmonisan keluarga. Waktu bersama istri atau suami serta anak yang kita cintai tak jarang banyak tersita. Sosok Ayah, yang kerjanya pergi pagi pulang malam hanya bisa memandangi wajah sang anak yang sudah tertidur pulas. Ketika anak terbangun, sang Ayah sudah berangkat kerja. Pendeknya, tak ada waktu bercengkrama dengan istri, apalagi untuk bermain bersama sang buah hati. Sementara sang Ayah harus tetap pergi mencari rezeki.

Namun ada solusi yang ditawarkan pasangan muda Shendy Yulian (26) dan suaminya, Denny Abdul Hakim (27) supaya bisa terus menjaga bahtera keharmonisan keluarga. Satu di antaranya dengan terjun ke dunia bisnis atau menjadi Couplepreneur. Seperti yang telah dibuktikan oleh Shendy dan Denny yang kini menjadi Couplepreneur beromzet milliaran rupiah dari bisnis SR 12 Herbal Skin Care.

SR 12 Herbal Skin Care sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Herbal & Skin Care yang berdiri pada 2015 oleh Toni Firmansyah, S. Farm. Apt. Sebagai Direktur Utama,  Asrianty Salam, S. Farm. sebagai ahli farmasi yang bertanggung jawab terhadap Plant Operational. Sementara Shendy Yulian, SE. Sy bersama sang suami, Denny Hakim, S.P. sebagai mitra penyalur produk atau Stokist.

Denny dan Shendy berkomitmen mengajak pasangan muda untuk ikut bergabung dan berbisnis bersama SR12. Menurut Couplepreneur ini, setidaknya ada satu alasan penting mengapa harus mengajak pasang suami istri menjadi couplepreneur. Alasan itu tak lain, supaya banyak waktu bersama keluarga, terutama bersama anak.

“Supaya tetap bisa jaga anak sepanjang waktu tapi juga tetap dapat penghasilan yang mapan cara yang tepat ya menjadi Couplepreneur. Alhamdulillah di SR12, tak hanya soal bisnis saja, manfaatnya dapat membuat keluarga harmonis karena memiliki banyak waktu bersama,” ujar Shendy.

Selain itu, selain karena produknya bagus, memasarkan SR12 juga mudah. Waktu yang digunakan juga fleksibel. Artinya, bisnis ini sangat cocok bagi couplepreneur. Meski demikian, semua kuncinya ada pada komitmen couplepreneur itu sendiri. Untuk mencapai kesuksesan, couplepreneur harus dapat bekerjasama merancang strategi. Visi diperlukan bagi couplepreneur agar segala cita-cita dapat mencapai target.

“Kalau kami bagi tugas. Fokusnya saya sebagai suami sebagai operasional atau manajemen. Kalau istri lebih di bagian pemasaran atau mengayomi tim penjual maupun para pelanggan,” ujar Denny.

 

Merangkak dari Bawah

Tentu untuk sampai pada posisi milliarder tidaklah mudah. Couplereneur ini mengaku harus merangkak dari bawah. Segala macam bisnis/usaha pernah dicoba. Jatuh-bangun membuka usaha, gagal hingga tumpur pun sudah mereka rasakan bersama. Tak jarang bisnis yang mereka buka dan jalani selalu tak berumur lama bahkan pernah bangkrut.

Kepada monitorday.com  sepasang sejoli ini menceritakan masa-masa sulit yang pernah mereka hadapi di bawah naungan sepetak kontrakan sempit. Mulai dari mendorong gerobak pagi-pagi sekali, sampai menuju lokasi jualan yang jaraknya cukup jauh. Sampai menjelang sore hari harus kembali mendorong gerobak pulang ke kontrakan. Tak jarang kadang pulang dengan kepala tertunduk lesu karena tak banyak pembeli yang datang. Tangan hampa disertai peluh keringat yang tersisa di baju menjadi saksi bisu.

“Pernah jualan makanan di samping Masjid Fathullah UIN Jakarta. Subuh-subuh sudah harus belanja ke pasar, setelah itu istri masak. Lalu kita dorong gerobak dari kosan sepetak di daerah Pondok Cabe ke spot jualan sampai sore. Saat itu bertahan 2 bulan,” kenang Denny.

Meski demikian, Shendy dan Denny adalah pasangan yang tak pernah mengutuk kegelapan. Apalagi tunduk pada keadaan. Kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Tak ada cara lain menyikapi kegagalan selain mencoba dan terus mencoba serta meniadakan rasa gengsi di hati. Berusaha dan terus berdoa adalah kunci pasangan muda ini dalam meraih kesuksesan dari bisnis yang mereka jalani.

“Awalnya saya jualan jersey (baju) bola. Seminggu sekali pergi ke Tanah Abang belanja grosiran. Alhamdulillah banyak yang mesan, dari puluhan bahkan menjadi ratusan pcs. Saya juga pernah bekerja freelance di salah satu Bank dan kadang ada event-ecent tertentu saya ikut. Saat itu apa saja yang bisa menghasilkan uang, saya kerjakan. Apapun itu. Tak ada istilah gengsi,” tandas Denny.

 

Sukses Memasarkan SR12

Berkat kerja keras dan doa yang tiada henti, kini SR12 menjadi produk yang digandrungi banyak orang. Tak hanya perempuan, tapi juga lelaki. Tua-muda, pelajar maupun mahasiswa kini menjadi pelanggan setia produk SR12. Ini tak lain berkat sistem yang digunakan dengan sedemikian rupa yang disebut sebagai sistem berjenjang. Keberadaan reseller, sub agen, agen, dan distributor menjadi sumber daya pemasaran produk yang sangat signifikan.

Dengan begitu sebagai stokies, Couplepreneur Shendy dan Deni tak berjalan sendiri, mereka memiliki tim penjualan yang solid. Tim penjualan ini sendiri adalah mereka yang sudah merasakan kebermanfaatan bisnis SR12. Biasanya, dari yang mulanya gengsi, lalu mencoba-coba, sampai ketagihan karena merasa diuntungkan dengan bisnis SR12 ini.

Inilah yang menjadi motivasi mengapa Shendy dan Deni memilih fokus pada bisnis ini. Karena bisnis ini tak hanya menguntungkan untuk diri mereka sendiri. Tapi juga menguntungkan untuk orang banyak. Couplepreneur ini memiliki visi, kesuksesan adalah ketika kita bisa bermanfaat untuk orang lain.

“Di SR12 kita tak ingin sukses sendiri, bagaimana kita juga mengajak orang lain untuk sukses,” ujar Deni.

Niat baik itu agaknya yang memberikan energi positif bagi bisnis yang mereka jalani. Couplepreneur itu kini membawa SR12 merambah ke penjuru tanah Air bahkan ke dunia internasional. Tak tanggung-tanggung omset mereka kini millyaran rupiah.

“Dulu mimpi kita atau goal kita di tahun 2017 bagaimana agar omset mencapai 500 juta, tapi ternyata lebih. Di luar ekspektasi, awal 2017 sudah miliyaran. Alhamdulillah,” ujar Shendy.

Beranjak ke tahun 2018. Target yang dicapai tak lagi soal omzet tapi lebih dari itu. Couplepreneur ini memimpikan emak-emak atau para ibu rumah tangga bisa memiliki penghasilan yang berkecukupan sehingga diharapkan dapat membantu sang suami memenuhi perekonomian keluarga. Target itu pun tercapai. Kini di 2019 Couplepreneur ini tak saja menyasar emak-emak saja, tapi juga menyasar pasangan muda untuk menjadi Couplepreneur di SR12.