Tandatangani Kerjasama, Rektor IPB Tawarkan Ketua OSIS DKI Lanjut Kuliah di IPB

Tandatangani Kerjasama, Rektor IPB Tawarkan Ketua OSIS DKI Lanjut Kuliah di IPB

MONITORDAY.COM - Dalam meningkatkan sumber daya manusia generasi muda, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedam, sambut baik tawaran pihak kampus IPB yang menawarkan ketua OSIS di DKI untuk dapat kuliah dan belajar di kampus pertanian terbesar di Asia ini. 

"IPB sedang menciptakan dan mengembangkan generasi muda yang berjiwa pemimpin, ini patut didukung dan dicontoh oleh perguruan tinggi lain," katanya dalam pernyataan yang dilansir Humas IPB, Selasa, (29/01/2019)

Ia bersama Rektor IPB, Dr Arif Satria, pekan lalu, menandatangani nota kesepahaman bersama antara pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan IPB, di Balairung, Balai Kota Jakarta

Nota kesepakatan ini berisi kerja sama pemerintah dan dunia pendidikan dalam penerapan Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Satria berharap Baswedan dapat mengimbau para ketua OSIS di DKI Jakarta untuk bisa kuliah dan belajar di IPB. 

Ia mengatakan, tawaran itu bertujuan agar muncul pemimpin-pemimpin yang andal dari DKI Jakarta kelak.

Baswedan sangat tertarik dengan jalur ketua OSIS belajar di IPB, yang dapat mencetak para generasi muda berjiwa pemimpin dengan mental kuat. 

Rektor IPB mengatakan, visi IPB 2045 adalah menjadi Techno-socio Entrepreneurial University.

Untuk mencapai visi tersebut, IPB perlu melakukan beragam transformasi baik dari segi pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. 

IPB terus meningkatkan kurikulum, di mana salah satunya membuka jalur seleksi mahasiswa khusus ketua OSIS.  

"Jalur ini untuk mencari calon mahasiswa yang memiliki kecintaan pada bidang pertanian sekaligus memiliki bakat kepemimpinan," katanya. 

Ia menambahkan bahwa skema itu adalah salah satu seleksi mandiri untuk mencari calon mahasiswa yang telah terbukti memiliki jiwa kepemimpinan sebagai ketua OSIS, sekaligus memiliki kemampuan akademik yang memadai. 

"Kita ingin membentuk lulusan yang memiliki intelektualitas dan jiwa kepemimpinan yang kuat," katanya.