Video Vulgarnya Viral, Mendagri Afrika Selatan Enggan Mundur dari Jabatannya

Video Vulgarnya Viral, Mendagri Afrika Selatan Enggan Mundur dari Jabatannya
Menteri Dalam Negeri Afrika Selatan Malusi Gigaba viral/Net

MONITORDAY.COM - Video vulgar yang beredar dari Menteri Dalam Negeri Afrika Selatan Malusi Gigaba viral. Merespons hal ini, juru bicara Gigaba, Vuyo Mkhize, menuduh layanan keamanan Afrika Selatan telah meretas dan mencuri video tersebut serta menduga politikus dari oposisilah yang menyebarluaskannya.

Melalui akun Twitter resminya, Gigaba mengatakan video ini telah dicuri dari ponselnya yang diretas dan dia baru menyadari hal ini sebelum pengangkatannya sebagai menteri keuangan pada 31 Maret 2017. Menurutnya, video ini telah dijadikan alat pemerasan oleh sejumlah lawan politiknya.

Meski video vulgar berdurasi 13 detik itu bocor ke publik dan mencoreng namanya, Gigaba menolak mundur dari jabatannya. Tekanan untuk mundur ini datang dari lawan politik dan sebagian masyarakat. Dia mengatakan akan menemui Presiden Ramaphosa untuk menjelaskan peristiwa ini dari sudut pandangnya.

"Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya tentu akan diberi petunjuk oleh Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dan Kongres Nasional Afrika," jelas Gigaba, Minggu (5/11).

Pada hari Minggu (28/10), Gigaba meminta maaf secara publik kepada keluarganya, termasuk anak-anak, ibu mertua, dan seluruh masyarakat Afrika Selatan.

Dilansir dari AFP, Gigaba menyatakan dia dan istrinya sama sekali tidak merasa malu terkait hal ini. "Saya tidak punya masalah, itu (video) dimaksudkan untuk mempermalukan saya, untuk melumpuhkan saya secara politik, untuk mempermalukan saya dan keluarga saya di depan publik, untuk mempermalukan Kongres Nasional Afrika," jelasnya.

Ungkapatan tegas ini dia utarakan akibat didorong beberapa pihak yang menurutnya ingin menyingkirkannya dari jajaran petinggi pemerintahan.

Dirinya berharap negara akan sadar bahwa insiden-insiden sejenis pelanggaran privasi seperti ini tidak untuk disebarluaskan dan dipromosikan.

Selain terlibat kasus ini, Ombudsman Afrika Selatan juga mendorong Gigaba untuk mundur dari jabatannya karena alasan yang berbeda. Pasalnya, lembaga tersebut menduga Gigaba telah berbohong saat bersaksi mengenai kasus yang melibatkan perusahaan keluarga konglomerat Oppenheimer.

Gigaba diminta pengadilan untuk bersaksi mengenai persetujuan antara kementerian keuangan dan Fireband Aviaton milik keluarga Oppenheimer terkait operasi terminal privat di Bandara Internasional Johannesburg.