Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Masukkan Program 1000 Desa Wisata Dalam RPJMD

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Masukkan Program 1000 Desa Wisata Dalam RPJMD

MONITORDAY.COM - Sektor pariwisata menjadi salah satu bagian terpenting dalam memajukan sebuah daerah di Indonesia. selain untuk mengenalkan kekayaan dan keindahan alam indonesia, sektor wisata juga dapat meningkatkan pendapatan daerah dan perekonomian setempat. 

untuk meningkatkan sektor pariwisata tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menggagas seribu desa wisata baru selama lima tahun ke depan. Hal itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2019-2023 yang kini masih dibahas.

Ketua Pansus RPJMD Abdul Aziz mengatakan, pembahasannya meliputi besaran anggaran yang digelontorkan. "Melalui RPJMD itu kami punya harapan untuk mewujudkan semakin kuatnya kawasan regional yang dimiliki agar mampu menjadi pusat pertumbuhan strategis," ujar anggota Komisi D DPRD Jateng itu, Rabu, (23/01/2019)


Saat ini masyarakat Jateng sudah banyak yang siap menjadikan desanya sebagai lokasi wisata. Kendati demikian, tidak semua desa di Jateng bisa disulap menjadi kawasan wisata begitu saja. Mengingat ada potensi berbeda di setiap desa. Apalagi anggaran yang dikeluarkan pun terhitung cukup besar.

Tahun ini, kekuatan APBD Jateng mencapai Rp 24,9 triliun. Sedangkan kapasitas fiskal APBD Jateng pada 2023 ditaksir sekitar Rp 30,4 triliun "Kalau semua desa kami bentuk menjadi desa wisata atau kawasan-kawasan strategis, tentu tidak realistis dan anggarannya juga tidak efektif," sambung politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Meski demikian Abdu Aziz tetap yakin rencana pembangunan seribu desa wisata bakal terbentuk selama lima tahun ke depan. Unutk itu, kalangan DPRD berkomitmen penuh untuk meloloskan rencana pembentukan desa wisata. Baik dari segi regulasi maupun politik anggaran.


Kelapa Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng Sudaryanto menambahkan, pembentukan desa wisata memerlukan komitmen bersama. Baik pemprov, pemkab/pemkot maupun pemdes.


"Harus ada komitmen bagi seluruh kepala daerah mendukung suksesnya RPJMD ini. Teman-teman kepala desa, masyarakat, perguruan tinggi, dan pihak lain harus ikut mewujudkannya," jelas Sudaryanto.