TKN Sebut Prabowo Hanya Cari Sensasi Soal Anggaran Negara Bocor

TKN Sebut Prabowo Hanya Cari Sensasi Soal Anggaran Negara Bocor
Foto: Istimewa

MONITORDAY.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma'ruf Amin menyebut pernyataan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto soal anggaran negara bocor hanyalah sensasi belaka. Prabowo dinilai hanya basa-basi saat berpidato, karena tidak bisa membuktikan apa yang diucapkannya. 

"Sikap Prabowo yang lebih doyan menuding tanpa bukti menunjukkan karakter politiknya yang doyan mencari sensasi, ketimbang substansi. Wacana kebocoran anggaran ia ucapkan bukan untuk memperbaiki keadaan bangsa, tapi lebih pada upaya untuk menyudutkan dan menjatuhkan lawan politiknya," kata Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/2). 

Karding juga mengatakan, bahwa apa yang dikatakan Prabowo sama seperti apa yang dilakukan saat Pilpres 2014 lalu, yaitu membuat statmen yang dia sendiri tidak bisa membuktikan ucapannya yang seakan meyakinkan. 

"Ocehan itu ibarat barang sudah menjadi barang bekas, karena pernah disampaikan pada Pilpres 2014. Konyolnya Prabowo tidak pernah sekalipun menjabarkan bukti apalagi melakukan pelaporan hukum," ucap Karding. 

Dia mengungkapkan, saat ini masyarakat sudah mampu membedakan ucapan mana yang mencari sensasi belaka dengan substansi. Sehingga tudingan tersebut dinilai sia-sia.

Karena itu, menurut Karding, masyarakat akan tahu bahwa pemerintah saat ini telah mengelola APBN secara kredibel dan profesional sehingga tak mungkin ada kebocoran anggaran. Hal itu juga sudah terbukti dari audit BPK yang memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Ia meminta agar Prabowo mampu menjadi orang yang bertanggung jawab dan terbuka atas semua ucapannya. Hal itu dengan melakukan pelaporan ke pihak berwenang seperti KPK.

"Data kebocoran yang Beliau tudingkan itu dan sekaligus melaporkan kebocoran tersebut ke penegak Hukum seperti KPK. TKN akan ikut mendorong dan mendukung laporan Pak Prabowo tersebut," pungkasnya. 

Sebelumnya, Prabowo mengatakan bahwa anggaran negara bocor saat ia berpidato di HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019). Saat itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu menuding anggran negara bocor sebesar 25% atau setara dengan Rp 500 triliun.