Ton Abdillah: Kampanye Negatif Makruh!

Ton Abdillah: Kampanye Negatif Makruh!
Koordinator Koalisi Nasional Relawan Muslim Indonesia, Ton Abdillah Has.

MONITORDAY.COM - Koordinator Koalisi Nasional Relawan Muslim Indonesia (KN RMI) Ton Abdillah Has menilai pandangan Presiden PKS Sohibul Iman yang mempersilakan kader-kader partainya menjalankan kampanye negatif pada dasarnya adalah hak partai politik yang bersangkutan. Terlebih secara hukum, kampanye negatif yang didasari fakta bukan hal terlarang. 

Namun demikian, menurut Ton pernyataan Presiden PKS tersebut dapat diterjemahkan oleh internal parpolnya sebagai mobilisasi kampanye negatif, sekaligus menjadi justifikasi praktik kampanye negatif. Hal ini menjadi riskan, kerena mahfum diketahui publik, PKS merupakan salah satu partai politik paling terorganisir, termasuk dalam kampanye di media sosial. 

"PKS merupakan parpol oposisi, sementara kecenderungan praktik kampanye negatif umumnya dijalankan kelompok oposisi pada demokrasi elektoral manapun di dunia. Saya tidak bisa membayangkan kian massifnya media sosial kita dengan pesan-pesan menyerang agresif, yang belum tentu valid datanya," kata Ton saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tersebut juga menghawatirkan pernyataan Presiden PKS yang mempersilakan kadernya untuk negative campaign itu bisa berimbas pada kelompok politik lain, terutama yang berbeda kubu, karena hukum aksi reaksi pasti berlaku. Jika hal ini terjadi, maka hampir bisa dipastikan, panggung pemilu 2019 akan kian panas dan tidak produktif dalam membangun demokrasi yang berkualitas dan berkeadaban.

"Kampanye negatif itu ibarat barang makruh, boleh tapi biasanya dihindari. Kalaupun terpaksa dijalankan, biasanya dikerjakan pada tahap akhir menjelang pemungutan suara. Sehingga, rasanya konyol kok diserukan oleh pucuk pimpinan parpol, pada masa masih enam bulan jelang pemilu," jelas Ton.

Diketahui sebelumya, Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader-kadernya berkampanye negatif untuk meraih suara dalam Pemilu 2019. Sohibul menegaskan kampanye negatif adalah kampanye yang menitikberatkan pada kelemahan lawan. Hal tersebut harus didasarkan pada fakta.

"Negative campaign yang kita angkat adalah kelemahan lawan kita tetapi ada faktanya. Nggak bohong, itu kalau negative campaign, itu boleh. Sebab publik harus tahu, calon lain ini apa kelemahannya," ucap Sohibul dalam konsolidasi Nasional di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (14/10/2018).

KN RMI merupakan gabungan dari organisasi kepemudaan dan relawan yaitu Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyah (IPTI), Himmah al Washliah, Angkatan Muda MDI, Aliansi Masyarakat untuk Nawacita (Almaun), Sahabat Muslim Jokowi (Salim Jokowi), Forum Ulama dan Habaib Nusantara, Cendekia Muda Nusantara, Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI), Jaringan Matahari (JM), Relawan Merah Hati, GenMu, Millenial Muslim Indonesia, Laskar Santri Jokowi, Ikatan Alumi Menta (IKAM 58), Barisan Muda Masjid, Relawan Muslim Tionghoa Indonesia, Demi JOIN, Majelis Taklim Jokowi-Amin (MATA JOMIN), Kami JAMIN, dan Lingkar Adat Nusantara.

KN RMI telah menyatakan dukungannya ke pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.