Trump : Pembicaraan dengan Xi Jinping Produktif

Trump : Pembicaraan dengan Xi Jinping Produktif
Trump-Xi @ WSJ (c) FRED DUFOUR/AGENCE FRANCE-PRESSE/GETTY IMAGES

MONITORDAY.COM- Seluruh mata investor tertuju pada sikap Presiden Donald Trump. Presiden yang berlatarbelakang konglomerat itu  mengatakan dia melakukan percakapan yang produktif dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping tentang perdagangan dan Korea Utara menjelang pertemuan yang sangat diantisipasi yang direncanakan antara kedua pemimpin pada KTT G-20 bulan ini. Demikian dilaporkan Bloomberg pada Kamis (1/11/2-18)

Sementara itu Tiongkok Central Television memberitakan bahwa Xi  terbuka untuk berbicara dengan Trump tentang perdagangan dan isu-isu lain selama G-20 di Argentina.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan Kamis bahwa Trump dan Xi mungkin dapat mematahkan kebuntuan mengenai isu-isu antara kedua negara selama pertemuan mereka di KTT Kelompok 20 negara yang dijadwalkan pada 30 November hingga 1 Desember.

Tapi Kudlow, berbicara pada sebuah acara di Washington, mengatakan bahwa Trump akan "agresif" mengejar agendanya melawan Tiongkok jika tidak ada kesepakatan yang dicapai pada pencurian kekayaan intelektual, cybersecurity dan tarif pada komoditas, di antara isu-isu lainnya. Alasan inilah yang selalu didengungkan Trump sebagai alasan pembenaran atas pengenaan tarif pada barang-barang asal Tiongkok.

Yuan luar negeri Tiongkok naik terbesar dalam dua bulan pada hari Kamis setelah tujuh bulan berturut-turut mengalami depresiasi pada titik terendah sepanjang waktu. Hal ini menunjukkan pulihnya kepercayaan investor pada mata uang tersebut dan prospek tercapainya kesepakatan antara AS dan Tiongkok.

AS sedang bersiap mengumumkan pada awal Desember tarif pada semua impor Tiongkok yang tersisa jika pembicaraan antara Trump dan Xi gagal untuk meredakan perang dagang. Keunggulan Trump dalam melakukan negosiasi yang ketat dengan Xi memperlihatkan pandangan politik ekonominya yang dipengaruhi oleh nilai dan sikap pengusaha papan atas.  

AS tahun ini telah memberlakukan tarif $ 250 miliar dalam perdagangan dengan Tiongkok. Sepuluh persen tarif impor senilai $ 200 miliar yang mulai berlaku pada bulan September akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Januari. Pemberlakuan tarif yang dibalas Tiongkok dan berimplikasi pada pergeseran signifikan dalam neraca perdagangan kedua negara.

Trump juga mengancam akan mengenakan tarif atas impor barang-barang yang tersisa dari Tiongkok, yang tahun lalu senilai $ 505 miliar. Bagaimanapun dunia menunggu kesepakatan yang akan menguntungkan kedua belah fihak.