Upaya Tanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini Melalui Gerakan Pramuka

Upaya Tanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini Melalui Gerakan Pramuka
dok. kemendikbud

MONITORDAY.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) bekerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan diskusi untuk menyempurnakan Pedoman Prasiaga Pendidikan Anak Usia Dini melalui kegiatan workshop Prasiaga PAUD Pendidikan Karakter.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 12 hingga 14 Agustus 2019 di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta itu digelar dalam rangka pengarusutamaan penguatan pendidikan karakter sejak usia dini guna membangun dan membekali anak usia dini agar menjadi insan yang berbudi pekerti luhur dan memiliki nilai-nilai kebangsaan.

Direktur Pembinaan PAUD, Ditjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Muhammad Hasbi mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengenalan nilai-nilai kepramukaan sebagai salah satu alternatif penguatan pendidikan karakter yang dimulai sejak usia dini.

Melalui pengenalan nilai-nilai kepramukaan, anak diharapkan menjadi  warga negara Indonesia yang tangguh dan siap menjadi bagian persaudaraan umat manusia yang saling menguatkan dan saling hormat menghormati,” ujar Muhammad Hasbi, dikutip dari siaran pers kemendikbud, Rabu (14/8).

Hasbi mengatakan, pengenalan nilai-nilai kepramukaan bagi anak usia di bawah tujuh tahun merupakan inisiatif mandiri satuan PAUD yang disambut antusias oleh pemangku kepentingan PAUD.

“Hal ini membutuhkan dukungan baik dalam kerangka konseptual maupun praktis bagi para inisiator penyelenggaranya dan pemangku kepentingan yang akan menyelenggarakan pengenalan nilai-nilai kepramukaan di tingkat satuan PAUD,” tutur dia.

Hasbi menahkan, pembentukan karakter sejak usia dini, dapat dilakukan melalui pendekatan pendidikan Prasiaga dengan mengenalkan nilai-nilai kebangsaan, bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi kebinekaan, bertoleransi, saling menghormati, dan dapat mandiri pada saatnya nanti dengan menjadi warga negara Indonesia yang tangguh dan berbakti pada nusa dan bangsa.

lebih lanjut, Hasbi menjelaskan, tujuan penyelenggaraan workshop ini, pertama, untuk mencermati, membahas, dan memberikan masukan terhadap Pedoman Prasiaga PAUD yang telah disusun dan dikembangkan oleh Kwartir Daerah Jawa Barat, HIMPAUDI Provinsi Jawa Barat, dan BP PAUD Dikmas Provinsi Jawa Barat.

Kemudian yang kedua, menyiapkan rencana tindak lanjut, dan pengukuhan Prasiaga PAUD; dan  yang ketiga, menyosialisasikan gerakan Prasiaga PAUD untuk ditindaklanjuti di tingkat Kwarda dan Kwarcab.

Sementara hasil yang ingin dicapai dari acara ini adalah, pertama, terkompilasinya materi sebagai masukan terhadap Pedoman Prasiaga Pendidikan Anak Usia Dini; kedua,  tersusunnya rencana aksi sebagai tindak lanjut yang akan diimplementasikan di masing-masing daerah. "dan yang ketiga yaitu terwujudnya komitmen terhadap pelaksanaan Pedoman Prasiaga di daerah masing-masing," ujar Hasbi.

Kegiatan tersebut diikuti 2 Kepala Pusat PAUD dan Dikmas, 25 perwakilan Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas, dan 31 perwakilan Kwartir Daerah Pramuka se-Indonesia, dengan narasumber terdiri atas unsur Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, tim penguatan pendidikan karakter dari Kemendikbud, Ditjen PAUD dan Dikmas, tim pengembang atau penyusun pedoman prasiaga yakni dari Kwartir Pramuka Daerah Jawa Barat, BP PAUD dan Dikmas  Bandung, serta HIMPAUDI Provinsi Jawa Barat.