Survei Voxpol: Elektabilitas Kedua Paslon Semakin Kompetitif

Survei Voxpol:  Elektabilitas Kedua Paslon Semakin Kompetitif
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dalam pemaparan hasil survei di Gado-gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat (9/4)./Foto: Alfan

MONITORDAY.COM – Hasil survei nasional terakhir yang dilakukan Voxpol Center Research and Consulting, menunjukan elektabilitas peta politik semakin kompetitif, selisih elektabilas kedua pasang kandidat sudah semakin dekat.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dalam pemaparan hasil surveinya mengatakan, Jokowi-Amin merupakan Capres-Cawapres yang paling banyak diingat untuk dipilih oleh masyarakat Indonesia, dengan elektabilitas terbuka sebesar 46.8%, sedangkan Prabowo-Sandi hanya memiliki elektabilitas terbuka sebesar 39.7%. Undecided Voters masih cukup tinggi (13.5%) karena masyarakat Indonesia masih merahasiakan pilihannya.

“Dari pertanyaan elektabilitas terbuka itu, responden tidak diberikan kartu atau simulasi surat suara. Tetapi responde automaticly memilih salah satu pasangan calon yang ada di benaknya,’ kata Pangi di Gado-gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat (9/4).

Kemudian Pangi juga menyampaikan, hasil dari elektabilitas tertutup dengan menggunakan simulasi surat suara, Jokowi-Amin merupakan Capres-Cawapres yang paling banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia, dengan elektabilitas tertutup sebesar 48.8%, sedangkan Prabowo-Sandi memiliki elektabilitas tertutup sebesar 43.3%. Undecided Voters sudah cukup berkurang (7.9%) dan margin of error 2.45%.

“Angka seilisih margin range mereka tidak melompati angka undecided, sehingga ini yang kemudian di khawatirkan. Pasangan calon tersebut bisa menang atau bisa kalah, tergantung yang terjadi mendekati pemilihan nanti. Yang walaupun diatas kertas, sekarang Jokowi sudah unggul,” jelas Pangi.

Survey ini dilakukan pada 18 Maret- 1 April 2019 dengan mengunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei adalah 1.600 dengan menjangkau 34 provinsi secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir.