20 July 2018
Ekonomi

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pemerintah Dorong Kaum Muda Ambil Program Vokasi

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

MONITORDAY.COM - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah saat ini akan menekankan kepada generasi muda untuk mengambil program kevokasian. Hal tersebut mengingat, saat ini lebih banyak generasi muda yang memilih masuk universitas, daripada mengikuti program-program vokasi, yang sebenarnya akan turut berpengaruh terhadap langkah Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

"Saat ini semua ingin masuk universitas, sehingga tidak ada yang mau kerja jadi supervisi dan semacamnya. Nah, ini yang ingin kita balik," kata Airlangga, di kantor Para Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018).

Pendidikan vokasi merupakan jenjang pendidikan tinggi lebih menekankan pada penguasaan keahlian terapan tertentu, yang lulusannya akan langsung bisa diserap oleh setiap perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian dalam suatu bidang.

Dalam hal ini pemerintah sendiri telah memulai upaya serius untuk mendorong minat anak-anak muda peserta didik Indonesia agar tidak segan-segan untuk mengambil program vokasi.

Untuk mendukung program tersebut, kata Airlangga, pemerintah akan siapkan fasilitas berupa tax allowance. "Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas tax allowance. Jadi, untuk vokasi kami sudah usulkan dan sudah selesai," terangnya.

Melalui program tersebut, kata Airlangga, nantinya perusahaan yang akan menginvestasikan peralatan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan diberikan fasilitas oleh pemerintah. Yang berarti dalam hal ini pemerintah akan menggunakan dana swasta untuk membantu program ini.

Kemudian, setelah fasilitas telah terpenuhi yang baik, pemerintah berharap upaya ini dapat mendorong terjadinya inovasi. "Karena ekonomi digital tanpa adanya inovasi tidak akan jalan," pungkas Airlangga, yang juga ketua Umum Partai Golkar ini.

Related Posts