23 June 2018
Edukasi

Hadapi Revolusi Industri Generasi Keempat, DPR Minta Pemerintah Siapkan SDM Tangguh dan Terampil

Ilustrasi foto/Net

MONITORDAY.COM – Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan Pemerintah untuk menghadapi revolusi industri generasi keempat atau industry 4.0. Ini disebabkan fase industri ini membuat sistem mekanisme produksi serba mesin atau teknologi otomasi, yang secara langsunng menuntut tenaga kerja dengan tingkat keahlian tinggi.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Anang Hermansyah mengatakan persiapan tersebut bisa dimulai dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia, yakni para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan.

Selain harus mempersiapkan SDM, suami Ashanty ini juga menilai perlu ada penambahan tenaga pengajar yang sudah ahli dan penambahan Sarana Prasarana di bidang dunia digital.

"Infrastruktur (sarana prasarana harus disiapkan), tenaga pengajar (juga) harus disiapkan dan ditambah," katanya kepada Monitorday.com melalui sambungan elektronik, Selasa (17/04).

Senada dengan Anang, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono mengatakan bahwa pemerintah harus bertanggungjawab menyiapkan SDM yang tangguh dan terampil dalam memahami penggunaan teknologi internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri.

"Pemerintah harus bertanggungjawab menyiapkan SDM yang ada, SDM-nya tentu harus yang menguasai teknologi - teknologi tinggi," katanya.

Menurut dia saat ini pendidikan vokasi seringkali terlupakan dan kurang mendapatkan perhatian.

"Untuk pendidikan vokasi ini sekolah kejuruan yang menuju ke dunia Industri 4.0 masih sangat kurang," ungkapnya.

Padahal, kita tahu, lulusan pendidikan vokasi memiliki skill dan keterampilan yang memadai di bidang tertentu.

Dan jika ini tidak segera diantisipasi dan disiapkan sejak dini, Bambang khawatir generasi anak bangsa akan tenggelam dalam bayang-bayang bangsa lain.

"Itu semua harus bertahap, SDM-nya harus dibina dan ditingkatkan kemampuannya dengan bagus, (saranya saya) harusnya SDM-nya disiapkan dulu, baru industrinya diarahkan kesana," terangnya.

[Mrf]

Related Posts