23 May 2018
Edukasi

Kemendikbud Berikan Bantuan Program Revitalisasi Pendidikan Kejuruan Kepada 219 SMK

Mendikbud Muhadjir Effendy saat Press Conference Bimtek Penyerahan Bantuan Program Revitalisasi SMK tahun 2018, Rabu (25/4/2018).

MONITORDAY.COM – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan Program Revitalisasi Pendidikan Kejuruan kepada 219 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pemberian bantuan tersebut sebagai wujud melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

"Bantuan tersebut dapat dipakai sebagai stimulan saja. Mohon SMK yang mendapat bantuan segera meningkatkan standarnya. Khususnya standar isi, proses, pengajar, dan kompetensi lulusan yang sesuai dengan cita-cita dibuatnya SMK," ujar Muhadjir Effendy, dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (25/04/2018).

Muhadjir menyampaikan pentingnya visi seorang kepala sekolah untuk memajukan pendidikan di sekolahnya. Bantuan yang diberikan tidak akan banyak berarti jika tidak dibarengi dengan kemampuan mengembangkan kapasitas sekolah agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Ia mengimbau agar SMK yang mendapatkan bantuan revitalisasi dapat didorong menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). "Yang 219 ini tolong dipercaya untuk menjadi BLUD. Karena kalau teaching factory ini tidak produksi dan menjadi inkubator bisnis percuma saja," tutur Muhadjir.

Saat ini, arah revitalisasi SMK yang dilakukan memang fokus pada kebutuhan industri (demand sight) agar SMK dapat menjawab tantangan dunia usaha dan dunia industri. Itulah alasan Deputi III Kantor Staf Kepresidenan, Denni Puspa Purbasari mengapresiasi kinerja revitalisasi SMK yang dilakukan Kemendikbud.

"Seluruh elemen dari revitalisasi SMK dilakukan mulai dari need assestment sampai training guru, mengubah kurikulum agar disesuaikan dengan industri, dan rebranding dilakukan dengan baik," jelas Denni.

Denni menjelaskan perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo terhadap investasi pembangunan SDM tidak hanya diilakukan saat ini saja atau mendatang. Menurutnya, revitalisasi memerlukan proses yang tidak instan. "Saat ini memang kita fokus dengan beberapa SMK dulu. Membuat mereka menjadi contoh bagaimana revitalisasi dengan benar," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad mengungkapkan total bantuan revitalisasi SMK sebesar Rp169 miliar. Menurutnya, nanti akan dipilih SMK yang bisa membuat perubahan melalui karya nyata sesuai yang dimaksudkan di dalam Inpres 9 Tahun 2016.

"Ada enam tugas khusus yang diberikan kepada Kemendikbud. Semuanya telah kita lakukan, sekarang tinggal membina SMK yang telah kita pilih untuk lebih optimal lagi," ujar Dirjen Dikdasmen.

Terdapat 15 jenis bantuan yang diberikan, yakni bantuan Pembinaan Pengelolaan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi diberikan kepada 219 SMK; bantuan Teaching Factory diberikan kepada 105 SMK, dan; bantuan Technopark diberikan kepada 31 SMK. Kemudian bantuan Pengembangan SMK Pariwisata diberikan kepada 47 SMK; bantuan Pengembangan SMK Kelautan diberikan kepada 25 SMK; bantuan Pengembangan SMK Pertanian diberikan kepada 32 SMK; bantuan Pelaksanaan Pemasaran Tamatan (Job Matching) diberikan kepada 6 SMK.

Selanjutnya, bantuan Pelaksanaan Kelas Industri diberikan kepada 18 SMK; bantuan Pengembangan SMK Berbasis Industri/Keunggulan Wilayah diberikan kepada 75 SMK; bantuan Pengembangan SMK di Kawasan Industri Nasional/Kawasan Ekonomi Khusus diberikan kepada 15 SMK; bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) diberikan kepada 7 SMK; bantuan Pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) diberikan kepada 147 SMK; bantuan Peralatan Praktik Kompetensi Kerja diberikan kepada 90 SMK; bantuan Pembangunan Perpustakaan diberikan kepada 7 SMK, dan; bantuan Rehabilitasi Gedung SMK diberikan kepada 25 SMK.

Dirjen Hamid menyampaikan salah satu target utama dampak revitalisasi SMK adalah kebekerjaan lulusan. "Lebih dari 90 persen SMK yang kita revitalisasi ini sudah memenuhi target yang kita tetapkan. Bisa dicek juga kurikulumnya yang telah disesuaikan dengan industri mitranya," kata Hamid.

Bantuan yang diberikan kepada SMK tersebut merupakan hasil analisa kebutuhan dari masing-masing sekolah yang diajukan melalui aplikasi 'Takola' atau tata kelola. Dengan begitu diharapkan dari masing-masing sekolah yang mendapatkan bantuan dapat mengoptimalkan layanan pendidikan kejuruan untuk menghasilkan lulusan yang dapat diserap pasar kerja.

"Saya melihat lulusan SMK itu memang banyak yang terampil. Tapi masih banyak yang tidak siap kerja. Jadi saya titip pendidikan karakter di SMK itu satu saja. Siapkan anak-anak untuk menghadapi dunia kerja," pesan Muhadjir.

Pemberian bantuan Revitalisasi SMK ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud, dan kepala sekolah penerima bantuan. Selain dilakukan penandatanganan nota kesepahaman, juga dilakukan bimbingan teknis sekolah sasaran pelaksana program Revitalisasi SMK tahun 2018 yang telah dilakukan pada hari Selasa s.d. Kamis, 24 s.d. 26 April 2018, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.    

[Mrf]

Related Posts