22 April 2018
Nasional

MUI Minta Polisi Transparan Usut Kekerasan Pemuka Agama

Ilustrasi foto

MONITORDAY.COM -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta polisi mengusut kasus kekerasan terhadap pemuka agama secara transparan. Polisi diminta menjelaskan duduk perkaranya dengan jelas.

"Kalau memang gila betul ada buktinya, tapi kalau bukan orang gila seperti di Yogyakarta itu teroris, semua dibuktikan," kata Ketua MUI KH Ma'ruf Amin di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Kepada masyarakat, MUI mengimbau agar tak terpancing provokasi. Sementara pelaku kekerasan harus ditindak tegas. "Kita imbau ummat Islam tidak terprovokasi peristiwa itu," imbuh Kiai.

Kiai khawatir, pelaku penyerangan gereja St. Lidwina di Yogyakarta terprovokasi isu di media sosial terkait penyerangan terhadap ulama-ulama sebelumnya.

"Ketika diviralkan ada kelompok balas dendam. Istilah orang sumbu pendek. Ini ada andil medsos yang membakar provokasi," tuturnya.

Sekali lagi, MUI menegaskan agar masyarakat jangan mudah percaya dengan kabar yang berseliweran di media sosial. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan mengecek betul-betul berita yang beredar.

"Setiap berita harus di tabayun benar apa tidak. Jangan melakukan tindakan sendiri-sendiri," imbuhnya.

[Suandri Ansah]

Related Posts