23 May 2018
Politik

Perang Melawan Narkoba

ilustrasi foto

Jakarta, Konsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang di Indonesia semakin meningkat. Ini bisa di lihat dari temuan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hingga November ini, Ditjen Bea dan Cukai telah mengamankan 1 ton narkoba dari total 223 kasus. Angka ini meningkat pesat dari perolehan tahun 2015 yakni 599,7 kilogram narkoba dari 176 kasus, serta 2014 yakni 316 kilogram narkoba dari 219 kasus.

Melihat hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, meningkatnya konsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang di indonesia terjadi seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi bisa berakibat juga dengan meningkatnya konsumsi obat-obatan terlarang.

Menurut Sri, hal ini merupakan ancaman yang nyata, karena Indonesia saat ini telah menjadi pasar bagi penjualan obat terlarang tersebut."Ini ancaman nyata mengingat kita terus menjadi pasar dari narkoba," kata Sri pada konferensi pers gelar barang bukti upaya penyelundupan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN), Jumat (18/01) di Gedung BNN, Jakarta.

Sementara Kepala BNN Budi Waseso mengatakan bahwa Indonesia saat ini bukan hanya menjadi tempat singgah bagi para pengedar narkoba dunia, namun sudah menjadi pangsa pasar narkoba dunia yang luar biasa. Bahkan menurutnya sudah menjadi pabrikan.

"Kemarin di tangerang kita temukan pabrik ekstasi. karena bahan udah masuk banyak. diimpor. baik melalui laut maupun udara. Dan ini nantinya diolah menjadi ekstasi. Dan juga termasuk pil pcc. Ini juga ditemukan kemarin di sidoarjo. Pabrik sudah tiga kita temukan. Yaitu di semarang, solo da tangerang." ungkap Budi.

Bahkan budi meyakini masih banyak lagi gudang narkoba berderar di mana-mana. "Dan kami yakin, ini akan terjadi lagi di mana-mana karena jumlah yang beredar." ujarnya.

Budi menyatakan, hal ini menjadi sebuah perhatian serius BNN agar bisa lebih keras lagi usaha pengendalian narkoba di Indonesia. Serta, hal ini menjadi sebuah tantangan keras kedepannya untuk bisa mengatasi masalah tersebut. 

Sebelumnya, Ditjen Bea dan Cukai bersama dengan TNI dan BNN telah mengamankan 100,6 kilogram sabu serta 300.250 butir happy five dari pergudangan di Kosambi, Tangerang, pada selasa (15/01) lalu. Narkoba tersebut diselundupkan dari Taiwan dengan cara disembunyikan pada furniture berupa sofa.

Perang melawan peredaran narkoba, tidak hanya menjadi tugas negara. Semua elemen bangsa harus terlbat memikul tanggungjawab ini, untuk menjaga ketahanan bangsa

Related Posts