16 August 2018
Politik

Persatuan Umat Islam Perkokoh Persatuan Bangsa

ilustrasi foto

MONITORDAY, Jakarta - Tidak ada satu kelompok pun yang ingin berpecah belah. Siapa saja pasti mendambakan persatuan. Dalam konteks ini, persatuan menjadi hal yang elementer untuk keberlangsungan sebuah negara. Apalagi bagi negara yang majemuk seperti Indonesia.

Sebagai mayoritas, umat Islam di Indonesia memiliki potensi besar untuk bersatu. Sebab sejarah telah mencatat bangsa ini diperjuangkan dengan kalimat takbir dan tauhid. Dengan semangat membara dari para ulama.

Olehnya, Persatuan umat Islam sangat diharapkan dan dirindukan untuk menjadikan bangsa yang  Baldatun Thoyyibatun wa Robul Ghofur.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustad Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan, persatuan umat Islam adalah kebaikan untuk semua komponen bangsa. Termasuk kebaikan untuk umat non muslim yang ada di negeri ini. Persatuan, kata Ustad Zaitun, lebih umum dari persaudaraan.

"Umat dituntut untuk mempererat persaudaraan sesama muslim, sembari memperkokoh persatuan dengan sesama komponen bangsa,“ kata Ustad saat memberikan ceramah dalam acara Tabligh Akbar bertajuk "Sinergitas Ulama, Umara, dan Ummat" di Masjid Ridwanul Bahri komplek Angkatan Laut Manokwari, Ahad (21/01).

Lebih lanjut, Ketua Umum Wahda Islamiyah ini mengatakan, bahwa untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan), ada beberapa resep sesuai tuntunan dalam Islam.

Pertama, "As Salam" yang artinya menebarkan salam. Kedua, Al Ibtisam atau senyuman. Ketiga, "Al Kalam" atau komunikasi. Dan yang keempat adalah "Tahaadu" atau saling memberi hadiah.

"Kuatnya persatuan dan persaudaraan akan membuahkan sinergitas. Termasuk sinergitas dalam hal dakwah, antar lembaga dakwah. Berikutnya adalah sinergitas bersama umara' (pemegang kekuasaan),” ujar Ustad.

Sinergitas inilah yang menurut beliau, akan mewujudkan masyarakat dan bangsa yang "baldatun thayyibah", negeri yang penuh kebaikan dan keberkahan. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Provinsi Papua Barat, KH Achmad Nusrau dalam sambutannya mengajak agar seluruh umat Islam terlibat aktif dalam amar ma'ruf nahi munkar.

Menurut KH Achmad, amar ma'ruf nahi munkar bukan hanya tanggung jawab ustadz, tapi seluruh kaum muslimin. Termasuk para umara (pemegang kekuasaan) yang bisa mengubah kemungkaran dengan "tangan".

“Amar ma'ruf nahi munkar merupakan faktor yang bisa menjadikan umat Islam sebagai "khairu ummah" (umat terbaik),” tuturnya. [Mrf]

Related Posts