16 August 2018
Nasional

Presiden Jokowi Ajak Kazakhstan Realisasikan Kemerdekaan Palestina

Presiden Jokowi didampingi Mensesneg dan Ketua BKSAP DPR RI menerima delegasi Senat Parlemen Kazakhstan, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/3) pagi.

MONITORDAY.COM – Presiden Jokowi Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Ketua Batan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Assegaf, menerima kunjungan Ketua Senat Republik Kazakhstan, Kassym Jomart Tokayev, beserta 8 delegasi lainnya, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/3).

Salah satu poin yang disampaikan Jokowi dalam kesempatan tersebut adalah komitmennya untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Indonesia dan Kazakhstan harus bekerjasama, terutama meningkatkan kerjasama dalam merealisasikan kemerdekaan Palestina,” ujar Jokowi.

Pernyataan ini tentu saja menunjukkan komitmen Jokowi untuk terus membela kemerdekaan Palestina. Seperti pernyataan sebelumnya yang disampaikan dalam beberapa kesempatan, bahwa posisi Indonesia tidak pernah berubah. “Saya dan rakyat Indonesia tetap konsisten dengan rakyat Palestina memperjuangkan haknya,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017).

Saat menerima tetamu dari Kazakhstan di Istana, Presiden juga menyampaikan, bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, dimana 70 persen dari 260 juta penduduknya beragama Islam. Meski demikian, Indonesia adalah negara yang beragam, baik dari segi agama maupun suku.

“Alhamdulillah bangsa Indonesia bisa hidup berdampingan secara damai. Prinsip-prinsip kedamaian dan toleransi harus dikedepankan,” ujarnya.

Sementara Ketua Senat Republik Kazakhstan, Kassym Jomart Tokayev, tujuannya ke Jakarta adalah untuk mengundang Presiden Indonesia melakukan kunjungan kenegaraan ke Astana di bulan Oktober. “Tahun ini kita menandai perayaan 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kazakhtan,” kata Tokayev.

Delegasi Senat Kazakhstan juga menyampaikan undangan dari Presiden Kazakhstan kepada Presiden Jokowi untuk menghadiri acara Political Religious Meeting Conferences, yang akan dilaksanakan pada 10-11 Oktober 2018, di Astana.

Dalam acara tersebut, Jokowi diharapkan bisa memberikan sambutan di sana sebagai pembicara, mempresentasikan negara yang berpenduduk mayoritas muslim dan negara muslim terbesar,

 

[Mrf]

Related Posts