24 February 2018
Hukum

Stok Beras Premium Minim, Menjadi Pemicu Impor Beras

ilustrasi foto

MONDAYREVIEW, Jakarta--Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan, berdasarkan pantauan harga yang dilakukan oleh Disperindag Kabupaten/Kota, harga beras medium sejak awal Desember 2017 terus menunjukkan kenaikan.

"Hal tersebut dikarenakan berkurangnya pasokan beras medium di pasar rakyat. Rata-rata harga beras medium nasional berada di tingkat Rp. 10.969/Kg," ujarnya saat Rapat kerja dan dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta Pusat Kamis (18/1).

Menurutnya, harga yang ada saat ini melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan yaitu sebesar Rp. 9.450 untuk Propinsi Jawa Lampung, Sumsel, Bali, NTB dan Sulawesi, sebesar Rp. 9.950/kg untuk Propinsi Sumatera lainnya, Kalimantan dan NTr dan sebesar Rp. 10.250/kg untuk Propinsi Maluku dal Papua. 

Ia menambahkan, dari 7 Region, hanya region Maluku dan Papua yang harganya berada di bawah HET. Sedangkan 6 region lain masih di atas HET dengan kisaran gap 5,5% 16,7%, terbesa di region Jawa-Lampung-Sumsel. 

"Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas harga beras yang dapat merugikan masyarakat. Kementerian Perdagangan telah melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi hal tersebut," ungkapnya. 

Ia mengungkapkan, diantara upaya yang dilakukan, dengan Operasi Pasar dalam Pemantauan Stok Beras di berbagai wilayah untuk menghindari adanya penimbunan beras yang dilakukan oleh spekulan. Namun kata dia, upaya tersebut belum dapat menekan kenaikan harga beras. [Mrf]

Related Posts