Tim Karate Sekolah Dasar Raih 5 Medali di Belgia

Keikutsertaan tim karate Indonesia dalam turnamen tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang sudah berprestasi di tingkat nasional, dan juga sebagai upaya mengukur tingkat keberhasilan pembinaan Negara Indonesia di antara negara lainnya di dunia.

Tim Karate Sekolah Dasar Raih 5 Medali di Belgia
Foto: Direkorat Pembinaan Sekolah Dasar, Kemendikbud.

MONITORDAY.COM - Tim karate Indonesia tingkat Sekolah Dasar (SD) berhasil meraih prestasi membanggakan di Turnamen Karate Internasional 4th edition of International Karate Open of Province de Liege Tahun 2019, di Belgia. Pada turnamen yang digelar 6-13 November 2019 itu, tim karate Indonesia meraih lima medali yang terdiri  dari tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

Lima medali tersebut masing-masing diraih oleh Radhitya Rimba Adiyaksa Mahendra dari SDN Ponokawan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, meraih medali emas untuk kategori Kata Male U-12. Kemudian Callysta Almira Chayati dari SDN Rangkah VI, Kota Surabaya, Jawa Timur, meraih medali emas kategori Kata Female U-12.  

Kemudian, Muhammad Dhijey Lexsie dari UPT SPF SDN 101770, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, meraih medali emas kategori Kumite Male U-12, dan perak untuk kategori Kata Male U-12. Kemudian, Ni Kadek Renia Sophia Putri dari SDN 3 Banjar Jawa, Kabupaten Buleleng, Bali, meraih medali perunggu untuk kategori Kumite Female U-12.

“Kami berharap dengan capaian prestasi peserta didik kita yang meraih medali, tiga emas, satu perak, dan satu perunggu  dalam turnamen karate internasional ini, dapat memotivasi  anak Indonesia untuk selalu dapat berprestasi,” ujar Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Kemendikbud, Khamim, di Jakarta, Kamis (14/11).

Khamim menjelaskan, keikutsertaan  tim karate Indonesia tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang sudah berprestasi di tingkat nasional, dan juga sebagai upaya mengukur tingkat keberhasilan pembinaan Negara Indonesia di antara negara lainnya di dunia.

Selain itu, lanjut Khamim, hal ini juga merupakan upaya penanaman nilai-nilai karakter, yaitu nasionalisme di tengah-tengah bangsa lain dari seluruh dunia, serta sikap-sikap positif lainnya seperti kemandirian dan sportivitas.

Peserta didik yang terpilih  mewakili Indonesia di turnamen tersebut adalah pemenang medali emas pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat  Sekolah Dasar (02SN-SD) tahun 2019 di Semarang, Jawa Tengah pada Agustus lalu.

“Bagi para peserta didik yang terplih mewakili Indonesia  di turnamen ini, diharapkan dapat menjadi duta olahraga yang baik. Selain itu, mereka  mampu berbagi pengalaman  kepada teman-temannya sebagai tutor sebaya di zonanya atau zona terdekat di sekitarnya, maupun di tingkat kabupaten/kota, bahkan tingkat provinsi,” tutur Khamim.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih, Kemendikbud memberikan uang pembinaan kepada peraih medali di turnamen internasional ini masing-masing sebesar Rp. 5 juta untuk peraih medali emas, Rp. 4 juta untuk peraih medali perak, dan Rp. 3 juta untuk peraih medali perunggu.