Amien Rais Puji Jokowi, Tjahjo: Sudah Semestinya Bersikap Demikian

Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengapresiasi sikap Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang memuji Jokowi sebagai orang yang paham demokrasi.

Amien Rais Puji Jokowi, Tjahjo: Sudah Semestinya Bersikap Demikian
Foto: Istimewa


MONITORDAY.COM – Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengapresiasi sikap Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang memuji Jokowi sebagai orang yang paham demokrasi.

Tjahjo mengatakan, memang sudah seharusnya Amien Rais sebagai tokoh bangsa mengutarakan hal baik yang tidak menimbulkan perpecahan. Serta memberikan pernyataan yang benar meskipun menguntungkan pihak yang selama ini menjadi lawan politiknya.

"Tokoh masyarakat apalagi beliau tokoh reformis, Ketua MPR ya harusnya begitu statement-nya,” tutur Tjahjo, di Jakarta, Selasa (16/7).

Menurut Tjahjo, Amien Rais juga sudah semenstinya melunak dengan menerima kemenangan Jokowi sebagai Presiden, karena telah dipilih oleh rakyat Indonesia secara konstitusional melalui proses Pemilihan Umum.

Karena itu, Ia memuji sikap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu karena dinilainya telah menghargai proses demokrasi yang berjalan. "Ya harusnya begitu dong. Menghargai proses demokrasi yang baik," tuturnya.

Sebelumnya, Amien Rais memuji Jokowi sebagai orang yang paham demokrasi. Hal tersebut dikatakan menanggapi pidato Jokowi yang disampaikan dalam Visi Indonesia, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (14/7) lalu. “Pak Jokowi itu mudheng demokrasi,” tuturnya.

Amien pun mewanti-wanti pihak Prabowo dan partai koalisinya agar tidak tergiur untuk bergabung dalam koalisi. Menurut dia, sepakat dengan rekonsiliasi nasional bukan berarti bersedia ikut bergabung dalam pemerintahan.

“Rekonsiliasi tak bisa dimaknai sekadar bagi-bagi kursi. Hal itu aib seorang politikus, tanda bahwa tak ada moral dan kedisiplinan berpartai. Teruskan kita menjalin persatuan kita bersalaman, tapi jangan pernah kooptasi, dapat satu-dua kursi kemudian lantas kocar-kacir semua wawasan ke depannya," tegas dia.