Ancaman Pancasila Nyata, Abidin Fikri Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Klaten

Respons terhadap narasi-narasi kebencian perlu dilawan dengan ideologi negara Pancasila yang menjunjung tinggi perdamaian sosial dengan spirit kebersamaan.

Ancaman Pancasila Nyata, Abidin Fikri Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Klaten
Acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Kepurun Pawana Indonesia, Klaten Jawa Tengah (31/10/2018).


MONITORDAY.COM – Pancasila sebagai pandangan hidup seutuhnya melindungi umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah pilar, tiang penyangga yang menguatkan nilai-nilai keutuhan dan keberagaman bangsa Indonesia. Karena itu, eksistensi Pancasila harus dijaga dan dirawat untuk keutuhan NKRI.

Dalam perkembangannya, Pancasila dan UUD 1945 peran fundamental keduanya mendapat tantangan tidak hanya dari luar, namun dari dalam dengan jalan menentangnya. Narasi kebencian selalu menyertainya. Untuk itu, respons terhadap narasi-narasi kebencian perlu dilawan dengan ideologi negara Pancasila yang menjunjung tinggi perdamaian sosial dengan spirit kebersamaan.

Langkah nyata menyikapi hal itu, Abidin Fikri menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang pelaksanaannya berlangsung di Gedung Kepurun Pawana Indonesia, Klaten Jawa Tengah, yang bekerjasama dengan al-Wasath Institute (31/10/2018).

Dalam penyampaian materi tersebut, Abidin mengatakan kita harus selalu menyosialisasikan empat pilar MPR agar keutuhan NKRI terjaga.

“Kita bersyukur bahwa Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara. Sebab, dengan Pancasila itu Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan golongan dapat hidup bersama dalam bingkai NKRI,” tegasnya.

Selain itu, nilai pentingnya adalah memperkuat ketahanan nasional. Abidin menilai, saat ini banyak ideologi di luar Pancasila masuk untuk melemahkan dasar negara. “Karena itu, jangan sampai melupakan nilai-nilai luhur Pancasila,” jelasnya selaku bagian dari Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif al-Wasath Institute, Faozan Amar, mengungkapkan,  sekalipun Pancasila telah disepakati dan final menjadi dasar negara, namun dalam kenyataannya masih ada saja  yang menentangnya, baik karena alasan teologis, historis maupun praktis.

Faozan menilai, sosialisasi empat pilar harus terus dilakukan. “Supaya dipahami dan diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Menurut Faozan, untuk membumikan Pancasila, generasi milenial perlu dilibatkan untuk berdoalog dan berdiskusi. “Ada banyak cara untuk melakukannya dengan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan sehingga akan tumbuh sikap dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara," tutupnya.