Bahan Bakar Neraka

Bahan Bakar Neraka
Letusan Gunung Cumbre Vieja, Spanyol (Sumber: news.detik.com)

MONITORDAY.COM - Tentu tidak asing bagi kita bahwa surga diperuntukkan bagi orang baik dan neraka sebaliknya. Sejak kecil guru ngaji mendoktrin kita untuk berbuat kebaikan agar masuk surga, begitu sebaliknya, kita dilarang berbuat keburukan agar tidak masuk neraka.

Surga dan neraka merupakan bagian dari perkara ghaib yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali para nabi dan malaikat. Disinilah letak keimanan kita diuji, apakah kita mampu menerima dan meyakini sesuatu yang tidak nyata di mata?

Meski begitu, Allah tidak membiarkan kita buta dengan gambaran surga dan neraka. Dia memberikan banyak bocoran di dalam Al-Quran. Seperti ayat “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabb-mu dan mendapatkan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa” (Q.S Ali ‘Imran: 133). Allah menggambarkan tentang luasnya surga yang seluas langit dan bumi.

Atau ayat berikut “Maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir” (Q.S Al-Baqarah: 24). Agar neraka tergambar nyata, Allah bahkan menyebutkan bahan bakar neraka adalah manusia dan bebatuan.

Api neraka akan menyala begitu materialnya  masuk yaitu manusia berdosa kemudian ditambah batu-batu. Menurut Ibnu Mas’ud r.a dan mayoritas ahlii tafsir, batu yang dimaksud dalam Al-Baqarah ayat 24 adalah batu belerang.

Dari Ibnu Masud, “Batu yang menjadi bahan bakar neraka adalah batu belerang. Allah menciptakannya di langit dunia saat hari penciptaan langit dan bumi. Allah siapkan untuk mengazab orang - orang kafir.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Al Hakim dalam Al Mustadrok)

Ada juga yang mengatakan bahwa batu yang menjadi material neraka adalah batu berhala. Sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an, “Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya.” (QS. Al-Anbiya’ : 98)

Batu berhala menjadi material neraka bukan karena dia alat kesyirikan, tapi ditunjukkan agar orang kafir menyesal sudah menyembah berhala. Tafsir Al-Qurthubi mengungkapkan bahwa api neraka bagi berhala itu tidak sebagai azab atau hukuman. Karena berhala tidak berbuat dosa, dia benda mati. Namun menjadi azab bagi para penyembahnya. Azab pertama yang mereka rasakan saat melihat berhala itu berada di neraka adalah penyesalan.

Apakah neraka benar-benar terbuat dari batu yang kita lihat di dunia? Ibnu ‘Abbas r.a berpendapat, “Tidaklah benda-benda yang ada di dunia ini, tersebut sama dengan benda-benda di akhirat, melainkan sama dalam penamaan saja.” (Majmu’Fatawa Ibnu Taimiyah, 5/159)

Mendengar pendapat Ibnu ‘Abbas, kita bisa simpulkan bahwa batu yang ada di neraka bukan seperti batu yang kita tahu. Terlepas benar atau tidaknya hal tersebut, kebenaran hakiki atau kiasan, esensinya kita harus tetap meyakini bahwa neraka diperuntukkan bagi orang-orang durhaka. Dan tugas kita, bertakwa dan berbuat shaleh, juga berusaha kuat agar tidak menjadi bagian dari bahan bakar neraka.