Belajar Dari Rumah di Tengah Pandemi Covid-19, UMC : Kita Harus Keluar Dari Keterpurukan Ini

Jadikan hambatan-hambatan yang ada kendala-kendala yang ada sebagai tantangan, tantangan yang positif.

Belajar Dari Rumah di Tengah Pandemi Covid-19, UMC : Kita Harus Keluar Dari Keterpurukan Ini
Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Univeristas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Dila Charisma M.Pd


MONITORDAY. COM - Pandemi virus Corona (Covid-19) berdampak signifikan terhadap seluruh sektor kehidupan, hingga sektor pendidikan. Meskipun telah mendapatkan solusi dengan pembelajaran dengan metode e-learning, tantangan pun tetap ada.

Tantangan ini dialami oleh seluruh sektor pendidikan mulai pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Kebiasaan menggunakan pembelajaran yang bersifat offline (tatap muka) menjadi kendala di masa pandemi Covid-19 yang serba harus menjaga protokol kesehatan.

Penularan virus Covid-19 secara cepat mengharuskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan seluruh kegiatan tatap muka di lembaga pendidikan. Hal ini mengacaukan cara pembelajar offline yg selama ini terbiasa dilakukan.

Namun, metode e-learning masih menjadi kendala yang perlu dicarikan solusi. Penyebabnya antara lain adalah tidak adanya pemerataan infrastruktur teknologi yang mengakibatkan banyak mahasiswa yang mengeluh kesulitan mengakses materi pembelajaran online karena jaringan internet yang terbatas. Mereka juga mengeluhkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk membeli kuota. Disisi lain tidak meratanya e-skill yang dimiliki oleh dosen dan mahasiswa sehingga banyak dosen atau guru yang kesulitan dalam memilih dan menggunakan aplikasi-aplikasi e-learning yang tersedia untuk terlaksana proses pembelajaran yg efektif dan efisien.

Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Univeristas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Dila Charisma M.Pd mengakui adanya sejumlah mahasiswanya yang kesulitan mengakses internet. Namun, ia terus berupaya mendorong para mahasiswa agar segara bangkit dan tidak menyelam dalam keterpurukan.

"Karena kita harus keluar dari keterpurukan ini, memang ini sangat terpuruk tidak boleh dalam menyelam terlalu kedalam negatifnya dari pandemi ini, mau tidak mau kita ini harus bangkit," kata Dila dalam acara diskusi secara virtual yang disajikan oleh Kopi Pahit bertajuk "Pandemi dan Belajar Dari Rumah : Dilema Dan Solusi”, Minggu (17/05/2020).

Adapun, mahasiswa dituntut harus tetap kuliah meskipun dilakukan dengan metode pembelajaran secara daring (online). Dila menjelaskan bahwa kondisi mahasiswa atau dosen yang sekarang masih banyak yang gagap teknologi alias gaptek. Tetapi, dengan terus dipaksa akhirnya bisa dan terbiasa atau mahir menggunakan teknologi. 

"Ini loh kenyataan adalah kalian harus menggunakan internet, oke ayo bangun semua bisa internet tidak ada yang tidak bisa," ucapnya. 

"Jadi mindset kita harus dirubah, jangan saya tidak bisa, saya tidak bisa. Tidak semuanya pasti bisa insyaallah karena apa kita harus bangkit dari keterpurukan," tambahnya. 

Lebih lanjut, Dila mengatakan adanya pandemi Covid-19 membuat beberapa kegiatan kita menjadi terganggu, namun akademisi harus mengatasi tantangan maupun hambatan menjadi kesempatan untuk berkembang. 

"Jadikan hambatan-hambatan yang ada kendala-kendala yang ada sebagai tantangan, tantangan yang positif," pungkasnya.

Banyak persoalan di masyarakat tentang dampak negatif penggunaan media berbasis teknologi. Namun, dalam dunia pendidikan, penggunaan internet ini diharapkan masyarakat lebih bijaksana dalam penggunaannya.