BNPB: 80% Lahan Kebakaran Dijadikan Kebun

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan bersama Gubernur Jambi serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di rumah dinas jabatan Provinsi Jambi, pada Senin (23/9).

BNPB: 80% Lahan Kebakaran Dijadikan Kebun
Ilustrasi foto: Istimewa


MONITORDAY.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan bersama Gubernur Jambi serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di rumah dinas jabatan Provinsi Jambi, pada Senin (23/9). Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB Doni Monardo menyebut sebagian besar kebakaran adalah ulah tangan manusia. Dan 80 persennya dijadikan kebun. 

"Saya mempunyai data, penyebab Karhutla adalah 99% ulah manusia, dan 80% lahan yang terbakar menjadi kebun" ujar Doni, saat memimpin rapat tersebut. dikutip dari siaran pers BNPB, Selasa (24/9). 

Doni mengatakan, karhutla tahun 2019 ini berbeda dari karhutla tahun sebelumnya yang relatif mudah dipadamkan, karena lahan gambut masih relatif basah. Ia mengungkapkan, tahun ini sudah 328 ribu hektar lahan gambut yang terbakar relatif kering. 

"Karena luasnya lahan yang terbakar itu, masalah bencana karhutla ini tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja," ujar dia. 

Menurut Doni, butuh bantuan dari berbagai kalangan, bersinergi dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama. 

"Tidak perlu saling menyalahkan, mari kita bahu-membahu memadamkan api. Ke depannya pencegahan harus dikedepankan, dan pemerintah daerah harus melibatkan masyarakat sebagai kunci pencegahan Karhutla,” ujarnya. 

Sementara Gubernur Jambi Fahrori Umar menyampaikan, bencana kabut asap yang terjadi di Jambi telah dilakukan upaya pencegahan. Mulai dari rapat kordinasi, apel siaga, sosialisai, pemantauan dan pengecekan di lapangan, pemadaman darat dan udara. 

"Belum ada mekanisme membuka lahan tanpa cara membakar. Sampai saat ini solusi pemerintah daerah adalah meningkatkan pengawasan, pembahasan lahan, buka kanal yang dibebankan kepada dunia usaha," ucapnya. 

"Semoga di tahun depan dan di tahun-tahun selanjutnya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan lagi," harap Fachrori.