Bumikan Semangat Juang dan Energi Baru, UMC Gelar Mataf Tingkat Fakultas

Bumikan Semangat Juang dan Energi Baru, UMC Gelar Mataf Tingkat Fakultas
Mataf tingkat Fakultas di UMC (Dok: Khozin)

MONITORDAY.COM - Pandemi menjadi pemicu semangat dan energi perjuangan untuk menghasilkan karya terbaik.

Pengalan kalimat diatas kian mengental di Masa Taaruf (Mataf/ Pengenalan Kampus) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) di tingkat Fakultas.

Rektor UMC Arif Nurudin M.T mengatakan, usai 2 hari pelaksanaan Mataf UMC tingkat Universitas, maka hari ini, mahasiswa baru perlu mengenal ruang lingkup kehidupan akademis di Fakultas.

" Sudah sepatutnya, bumikan semangat juang dan energi baru. Saya lihat nuanasa itu ada di setiap gelaran Mataf tingkat fakultas hari ini," kata Arif.

Menurut Arif, orientasi mahasiswa baru di tingkat Fakultas tahun ini di selenggarakan secara blended. Namun ada Fakultas yang secara offline.

Mataf Fakultas merupakan program penyambutan sekaligus penyampaian informasi dan materi penting bagi mahasiswa baru.

" Asupan informasi penting perlu disampaikan. Misalnya Profil, fasilitas dan layanan Fakultas & Program Studi Keunggulan dan capaian rekognisi Fakultas & Program Studi, Pesantren di UMC,  Informasi menarik seputar Lembaga Mahasiswa, Informasi menarik tentang berbagai kegiatan kemahasiswaan di tingkat Fakultas & Program Studi," jelas Arif di UMC, Senin (11/10/2021).

Selain itu, Arif juga memaparkan bahwa di Mataf tingkat Fakultas juga menyuguhi materi pengembangan karakter oleh pengurus Lembaga Mahasiswa, Dosen, Alumni, dan kegiatan kolaboratif antar mahasiswa baru.

Arif mengucapkan selamat kepada Fakultas Tekhnik (FT), Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI) Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat  (FIKES) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UMC atas penyelenggaraan Mataf ini.

Harapannya, melalui kegiatan ini mahasiswa baru bakal mengetahui bahwa menempuh perjalanan baru di kampus, itu berbeda dengan pendidikan di SMA/SMK/MAN dan sederajat.  Mulai dari pendekatan akademik, cara belajar, sistem, dan strategi belajar yang berbeda.

"Semoga mahasiswa bisa beradaptasi menyesuaikan diri dengan kultur akademik yang baru, berikhtiar menyelesaikan studi dengan baik dan ditengah tuntutan yang luar biasa dan persaingan yang luar biasa," Harap Arif.