Cegah Virus Corona, Pemerintah Perketat Pemeriksaan Pelabuhan

Setiap penumpang yang baru tiba utamanya yang berasal dari negara terjangkit seperti Tiongkok dan Hongkong harus melewati thermal scanner untuk mengetahui suhu tubuhnya.

Cegah Virus Corona, Pemerintah Perketat Pemeriksaan Pelabuhan
Ilustrasi foto pelabuhan.


MONITORDAY.COM - Penyebaran wabah penyakit pneumoni berat akibat virus corona cukup memeroleh perhatian dunia internasional, termasuk Indonesia. Pemerintah pun mengambil langkah pencegahan masuknya virus mematikan tersebut ke Tanah Air.

Selain di bandara, Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) juga memperketat pemeriksaan kesehatan penumpang di pelabuhan, khususnya pelabuhan yang melayani kapal-kapal internasional. 

"Hal ini mengingat keduanya (bandara dan pelabuhan) merupakan pintu gerbang masuknya penumpang internasional," ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/1). 

Ahmad mengatakan, pihaknya bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pengetatan pemeriksaan penumpang di pelabuhan melalui pemasangan thermal scanner untuk mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang yang dipasang pada area kedatangan internasional.

"Setiap penumpang yang baru tiba utamanya yang berasal dari negara terjangkit seperti Tiongkok dan Hongkong harus melewati thermal scanner untuk mengetahui suhu tubuhnya. Bila tinggi maka petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan," ungkapnya. 

Sebagai contoh misalnya di Batam. Pelabuhan-pelabuan yang melayani kedatangan internasional telah memasang alat thermal scanner di pintu masuk internasional seperti Pelabuhan Sekupang, Harbour Bay dan pelabuhan lainnya.

Selain itu, Dirjen Hubla juga minta kepada jajarannya di pelabuhan untuk melakukan identifikasi pelayaran dari Tingkok dan Hongkong, serta melakukan sosialisasi kepada petugas pelabuhan untuk dapat mengenali secara dini gejala penyakit dan melaporkannya kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan.

"Jika terdapat penumpang yang teridentifikasi memiliki kondisi suhu tubuhnya di atas 38 derajat serta memiliki gejala umum batuk, demam, sesak napas, dan memiliki riwayat perjalanan dari Tiongkok atau Hongkong, petugas pelabuhan harus langsung berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk selanjutnya penumpang tersebut akan dilakukan penanganan khusus," kata Ahmad.

Begitupun kalau ada kapal masuk dari Tiongkok, maka seluruh petugas harus mengenakan masker. Terlebih saat memasuki libur Tahun Baru Imlek ini perlu ditingkatkan kewaspadaannya, khususnya terhadap penumpang dan kapal yang datang dari Tiongkok.

"Kami juga mengimbau kepada setiap penumpang, khususnya bagi Warga Negara Indonesia yang akan bepergian keluar negeri atau pulang dari luar negeri agar menggunakan alat pelindung diri seperti masker serta senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ungkap Ahmad.