Tak banyak orang yang berani terbuka atas sakit yang mendera akibat keganasan virus corona. Apalagi secara sukarela mengisolasi dirinya. Kebanyakan orang bahkan masih tak percaya virus itu ada. Ketika mendapat giliran kena corona maka kita pun mudah putus asa. Karena tak cukup mental yang dipunya. Apalagi ketika infeksi menimbulkan gejala pneumonia, virus corona pun bisa merenggut nyawa manusia.

Virus corona memang nyata, tapi bisa dilawan jika kita mau berusaha. Apalagi menjalani panduan pengobatan yang telah ada. Inilah buku yang merupakan catatan perjuangan seorang penyintas virus corona. Tentang suka maupun duka. Bertarung nyawa demi mendapatkan kesempatan hidup yang kedua.

“Buku ini sekali lagi mengingatkan keterbatasan manusia. Meskipun teknologi kedokteran semakin canggih, tapi jenis penyakit juga tidak mau kalah canggih. Karena itu, mari merenung dan meningkatkan stamina sipiritual.” Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif.

Dapatkan buku ini sekarang, gratis dengan klik tombol di bawah:

This site uses cookies. By continuing to browse the site you are agreeing to our use of cookies.